Akurat Logo

Rekaman Zoom Jadi Sorotan, Relawan Karhutla Klarifikasi Pertemuan dengan Raja Juli

Ayu Rachmaningtyas | 20 Oktober 2026, 13:45 WIB
Rekaman Zoom Jadi Sorotan, Relawan Karhutla Klarifikasi Pertemuan dengan Raja Juli
Pertemuan daring antara relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

AKURAT.CO Pendiri Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto, menjelaskan latar belakang pertemuan daring antara relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah rekaman Zoom dan rangkuman pertemuan itu menjadi perbincangan publik.

Paulinus mengatakan, pertemuan tersebut merupakan upaya relawan menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan.

Saat ini, para relawan masih berfokus pada pemadaman kebakaran dan penyelamatan satwa terdampak karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Ia menyayangkan perhatian publik justru tersita oleh rekaman pertemuan, sementara penanganan kebakaran dan penyelamatan satwa masih berlangsung.

“Kita masih sibuk pemadaman, rescue satwa terdampak karhutla, lah malah rame soal rekaman Zoom dan rangkuman pertemuan dengan Menteri Kehutanan,” kata Paulinus melalui akun Instagramnya, Selasa (20/10/2026).

Paulinus menjelaskan, pertemuan itu bermula ketika sejumlah relawan menghubunginya untuk menyampaikan persoalan selama bertugas.

Keluhan tersebut meliputi kendala koordinasi, kebutuhan peralatan dan logistik, serta biaya operasional.

Ia kemudian meneruskan berbagai persoalan tersebut kepada rekan-rekannya di Kementerian Kehutanan.

Menurut Paulinus, Raja Juli yang saat itu berada di Palangka Raya bersedia mendengarkan langsung masukan para relawan melalui pertemuan daring pada 12 Oktober 2026, sembari menunggu kunjungan ke Tanjung Puting.

Dalam pertemuan tersebut, relawan turut membahas kebutuhan penanganan karhutla, termasuk usulan pembangunan flying camp agar tim dapat berada lebih dekat dengan titik api.

“Para relawan juga mendorong penguatan koordinasi antara relawan, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan BPBD melalui posko induk di Pangkalan Bun. Menteri Kehutanan meminta jajaran balai memperkuat koordinasi tersebut,” ujarnya.

Selain persoalan koordinasi, Paulinus menyampaikan keluhan seorang relawan yang tidak dapat mengikuti pertemuan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, perusahaan di sekitar kawasan belum memberikan bantuan yang diminta karena masih menangani kebakaran di lahan mereka sendiri.

“Menanggapi hal itu, Menteri Kehutanan langsung meminta direktur jenderal terkait untuk menindaklanjutinya,” kata Paulinus.

Baca Juga: Madrasah Hebat Tak Berdiri Sendiri, Peran Masyarakat Jadi Kunci Kemajuan

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.