Akurat Logo

Metode Belajar Yang Mempertajam Pikiran dan Mengasah Keahlian, Sebuah Resensi

Eva Rohilah | 29 Oktober 2026, 15:55 WIB
Metode Belajar Yang Mempertajam Pikiran  dan Mengasah Keahlian, Sebuah Resensi
Cover Buku Make It Stick

BUKU ini diawali dengan cerita atau studi kasus para profesional yang bisa menemukan solusi ketika mereka tertimpa bencana atau musibah berdasarkan kesalahan teknis atau masalah lainnya dengan kecakapan intuisi mereka, seperti pilot, dokter, atlet, pelatih, tukang kebun, mahasiswa dan profesi lainnya.

Jadi buku ini bukan merupakan sebuah buku yang menjelaskan metodologi belajar yang monoton.

Terdiri dari delapan bab yang ditulis dengan sangat teliti dan padat, buku ini menawarkan beberapa hal terkait kesalah-pahaman tentang pembelajaran, belajar memanggil kembali memori, mengombinasikan latihan, merangkul kesulitan, menghindari ilusi pengetahuan, melampaui gaya belajar, meningkatkan kemampuan, dengan mengekalkan ingatan.

Mempertajam Pikiran

Pembelajaran merupakan proses kompleks yang tidak hanya melibatkan penerimaan informasi, tetapi juga pembentukan pemahaman, penyimpanan pengetahuan dalam ingatan, dan kemampuan menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi yang berbeda.

Dalam praktik pendidikan, keberhasilan belajar sering kali diukur melalui nilai ujian atau kemampuan mengingat materi dalam waktu singkat. Padahal, keberhasilan tersebut belum tentu mencerminkan pemahaman yang mendalam dan bertahan lama.

Persoalan inilah yang menjadi perhatian Peter C. Brown, Henry L. Roediger III, dan Mark A. McDaniel dalam buku Make It Stick: The Science of Successful Learning, yang diterbitkan oleh Harvard University Press dan diterjemahkan oleh Penerbit Qaf, Jakarta dengan sangat baik.  Buku ini mengkaji strategi pembelajaran berdasarkan temuan penelitian psikologi kognitif, terutama mengenai proses mengingat, pengulangan, dan penguasaan pengetahuan.

Gagasan utama buku ini adalah bahwa metode belajar yang terasa mudah belum tentu efektif dalam jangka panjang.

Sebaliknya, strategi yang menuntut usaha kognitif, seperti mengingat kembali informasi tanpa melihat catatan dan mengulang materi dengan jeda waktu, dapat menghasilkan pembelajaran yang lebih tahan lama. Meskipun demikian, gagasan tersebut perlu dikaji secara kritis agar tidak dipahami sebagai prinsip universal yang berlaku tanpa mempertimbangkan konteks, karakteristik peserta didik, dan tujuan pembelajaran.

Di awal pembuka buku ini menjelaskan jika “Tujuan buku ini adalah agar setiap orang bisa belajar lebih baik dan mengingat lebih lama. Ingatlah tanggung jawab belajar ada pada setiap individu. Fungsi guru dan instruktur adalah membantu siswa memahami prinsip-prinsip ini dan menyertakannya ke dalam pengalaman belajar,” (Halaman 1)

Garis Besar Buku

Ada lima garis besar yang ingin disampaikan oleh Peter C.Brown dan Kawan-kawan. Pertama, Kritik terhadap kebiasaan belajar konvensional.

Salah satu kontribusi penting buku ini adalah kritiknya terhadap kebiasaan belajar yang mengandalkan pembacaan ulang, penandaan teks, dan pengulangan materi secara intensif menjelang ujian.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Eva Rohilah
A