Akurat Logo

Indocomtech 2026 Soroti AI, Ini Peluang Bisnis Teknologi 5-10 Tahun ke Depan

Andi Syafriadi | 29 Oktober 2026, 16:30 WIB
Indocomtech 2026 Soroti AI, Ini Peluang Bisnis Teknologi 5-10 Tahun ke Depan
Indocomtech 2026 resmi dibuka di JICC, Jakarta, hingga 1 November 2026. Pameran ini menghadirkan produk teknologi, promo gadget, lelang, dan kompetisi esports. - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Indocomtech 2026 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Pameran teknologi yang berlangsung hingga 1 November 2026 ini menawarkan diskon produk hingga 70% dengan cicilan 0% melalui myBCA sesuai syarat dan ketentuan, serta kompetisi esports Point Blank National Championship (PBNC).

Memasuki penyelenggaraan ke-32, Indocomtech menghadirkan beragam produk teknologi informasi, gadget, dan perangkat elektronik konsumen. Pengunjung dapat menjajaki perangkat untuk menunjang pekerjaan, pendidikan, komunikasi, hingga hiburan.

Selain potongan harga, penyelenggara menawarkan program clearance sale dan lelang produk. BCA turut mendukung kegiatan ini sebagai Official Bank Partner dengan penawaran perbankan selama pameran.

Baca Juga: Cara Memilih Gadget Bekas agar Tidak Salah Beli

Menariknya, Indocomtech 2026 tidak hanya mengandalkan transaksi penjualan perangkat teknologi. Pameran ini juga menghadirkan Point Blank National Championship (PBNC), yang menjadi bagian dari rangkaian acara untuk komunitas dan penggemar gim.

Kehadiran kompetisi tersebut mempertemukan pasar perangkat teknologi dengan industri gaming dan esports. Perangkat komputer, aksesori, serta teknologi pendukung menjadi bagian dari kebutuhan ekosistem permainan digital.

Project Manager Point Blank Zeppeto Indonesia, Lukman Rizky El Dani menegaskan bahwasanya perkembangan industri gim saat ini tidak terbatas pada aktivitas bermain saja. Menurut dia, ekosistem gaming juga membuka ruang bagi kreativitas, kerja sama tim, disiplin, dan pengembangan profesi di bidang esports maupun pembuatan konten.

"Perkembangan industri gim saat ini tidak lagi terbatas pada aktivitas bermain, tetapi juga membuka banyak peluang di berbagai bidang. Ekosistem gaming dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, membangun kerja sama tim, melatih kedisiplinan, serta mendorong lahirnya berbagai profesi baru, mulai dari atlet esports hingga kreator konten. Karena itu, industri gim memiliki potensi untuk terus berkembang dan memberikan peluang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat sekaligus mengembangkan keterampilan mereka,” ucapnya ketika ditemui AKURAT.CO di Jakarta, Kamis (29/110/2026).

Baca Juga: PBNU Siapkan Konsolidasi Besar, Bidik Penguatan Akar Rumput dan Generasi Digital

Di luar kegiatan belanja dan kompetisi tersebut, Indocomtech mengangkat tema “See, Experience, Solve, and Stay Ahead”. Tema tersebut menempatkan teknologi sebagai sarana untuk memahami perkembangan digital dan menemukan solusi bagi kebutuhan sehari-hari.

Turut hadir dalam peresmian Indocomtech 2026, Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Marsudi Wahyu Kisworo, menilai digitalisasi infrastruktur, komputasi awan, pusat data, dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) akan membuka peluang bagi industri teknologi Indonesia.

"Meski demikian, perkembangan teknologi juga membawa tantangan, terutama terkait keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Pemanfaatan AI, dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk memperkuat serangan siber. Karena itu pentingnya kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi dalam mengembangkan teknologi yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat," paparnya.

Sebagai informasi, Indocomtech 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 29 Oktober hingga 1 November 2026, di Hall A JICC, Senayan, Jakarta.

Pengunjung dapat memanfaatkan pameran untuk membandingkan perangkat, memeriksa penawaran promosi, serta mengikuti rangkaian kegiatan teknologi dan esports.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.