Akurat Logo

Xplore Indonesia Luncurkan Buku Antologi Pemikiran Kebangsaan pada Momentum Sumpah Pemuda

Saeful Anwar | 29 Oktober 2026, 16:32 WIB
Xplore Indonesia Luncurkan Buku Antologi Pemikiran Kebangsaan pada Momentum Sumpah Pemuda
Penyelenggaraan acara bertajuk “Makloemat Kebangsaan: Dentang Noesantara” di Selasar Nashar, Pavilioen Raden Saleh, ARTHOTEL Curated Lantai 8, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

AKURAT.CO Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026) diwarnai dengan penyelenggaraan acara bertajuk “Makloemat Kebangsaan: Dentang Noesantara” di Selasar Nashar, Pavilioen Raden Saleh, ARTHOTEL Curated Lantai 8, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Mengusung semangat “Satoe Frekwensi, Seojeta Karya”, acara tersebut diisi dengan peresmian Roemah Berkarya “X-OFFICE” sekaligus peluncuran buku antologi pemikiran berjudul XPLORE 98 FREQUENCIES OF INDONESIA.

Perhelatan yang dikemas secara intim itu juga dimeriahkan dengan pameran karya WR Pustaka dan WR Film, inisiasi film “Kotak Elito”, serta sosialisasi Asosiasi Film dan Media Edukasi Anak Indonesia Raya.

Xplore Indonesia merupakan wadah gerakan kebangsaan yang diinisiasi oleh Anton Firmansyah (AF), selaku founder, untuk membangun kepercayaan terhadap potensi masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Gerakan ini mengusung dua isu kebangsaan strategis. Pertama, mengindonesiakan masyarakat dengan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur, seperti gotong royong, toleransi, dan tenggang rasa dalam kehidupan sehari-hari untuk menjawab tantangan zaman.

Kedua, mewujudkan kejayaan bangsa Indonesia. Kejayaan tidak dimaknai sebagai penantian pasif terhadap figur mistis atau kultus individu, seperti mitos Satria Piningit dan Ratu Adil.

Sebaliknya, kejayaan diwujudkan ketika masyarakat mampu menentukan masa depannya secara merdeka melalui kolaborasi inklusif dan semangat gotong royong.

Dalam mukadimah buku tersebut, Anton Firmansyah menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah tidak akan cukup untuk menopang kemajuan bangsa jika hanya mengandalkan sumber daya alam.

Indonesia juga membutuhkan talenta serta sumber daya manusia yang andal.

Semangat kebangsaan tersebut dirangkum dalam buku antologi yang memuat beragam gagasan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat akar rumput, seniman, budayawan, profesional muda di bidang teknologi, hingga negarawan.

Sejumlah tokoh nasional turut menyumbangkan pemikiran mereka.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Arief Hidayat menegaskan bahwa penegakan konstitusi harus senantiasa dijiwai oleh etika, moralitas, nilai gotong royong, dan tenggang rasa.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menekankan pentingnya mengawal konstitusi agar bertransformasi menjadi living constitution atau konstitusi yang hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya merawat harmoni antara nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Di sektor ekonomi dan teknokrasi, mantan Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Hatta Rajasa, memaparkan pandangannya mengenai re-engineering Rumah Indonesia, penguatan kemandirian ekonomi, adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga integritas kepemimpinan.

Gagasan mengenai pentingnya menjaga fitrah kemanusiaan dalam pembangunan bangsa turut disampaikan Bursah Zarnubi, Bupati Lahat yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Pemikiran tersebut sejalan dengan pandangan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, yang menekankan pentingnya ketahanan keluarga dan pemenuhan gizi anak sejak dalam kandungan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Refleksi kebangsaan dalam buku tersebut juga dilengkapi tulisan politisi nasional Anas Urbaningrum mengenai pentingnya merawat idealisme pergerakan.

Sementara itu, Ade Reza Hariyadi, CEO Bridge Timor Synergi, menyoroti pentingnya menjadikan etika bisnis yang berkeadilan dan kemitraan inklusif sebagai landasan pengembangan kepentingan nasional melalui perdagangan dan investasi.

Hal tersebut dinilai penting, terutama dalam hubungan Indonesia dan Timor-Leste yang memiliki sejarah erat dan dinamis.

Baca Juga: KPK Temukan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan Kantor Pusat Djarum dan Bea Cukai Kudus

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.