Akurat Logo

Strategi Baru Memadukan Tanaman Kehutanan dan Pertanian Tanpa Merusak Lingkungan

Eva Rohila | 5 Oktober 2026, 17:11 WIB
Strategi Baru Memadukan Tanaman Kehutanan dan Pertanian Tanpa Merusak Lingkungan
Cover buku Pengantar Agroforestri Intensif

PERKEMBANGAN dunia pertanian dan  perkebunan seringkali terbentur dengan kekurangan lahan dan perlu adanya kebijakan baru terkait lahan tanpa merusak lingkungan. Sementara itu kebutuhan masyarakat akan  hasil bumi seperti kopi, karet, kakao, dan rempah terus meningkat.

Untuk menjawab hal itu, buku berjudul  "Agroforestri Intensif, Pembentukan Agroekosistem Baru" memperkenalkan cara memadukan tanaman kehutanan dan pertanian secara terarah untuk membentuk tatanan agroekosistem baru yang adaptif.

Buku ini adalah hasil kolaborasi yang menarik, dua orang penulis berpengalaman yaitu Heru Santoso dari Kehutanan dan Antropologi UGM dan Edi Purwanto, kelahiran Kediri, Sarjana dari Kehutanan IPB yang melanjutkan S2 dan S3 di Belanda. Saat ini keduanya aktif di Tropenbos Indonesia, suatu institusi yang banyak melakukan kajian tentang Agroforestri Intensif di Indonesia.

Dari Sejarah Agroforestri Hingga Tujuan

Buku ini sangat menarik bagi para pengamat dunia pertanian dan  kehutanan untuk  mengetahui apa sebenarnya Agroforestri Intensif, sejarahnya bagaimana, dan tujuan utama dikembangkan untuk apa? Dikemas secara ringan, buku ini tipis dengan tebal 170 halaman namun isinya sangat bernas dan lengkap.

Terdiri dari enam bab, bab pertama Menengok Kembali Agroforestri, bab kedua Menuju Agroforestri Intensif, bab ketiga Mewujudkan Agroforestri Intensif, bab empat Memulai dari Sentra Produksi, Bab kelima Dukungan Kebijakan dan Kelembagaan dan bab enam Inisiatif Tropenbos Indonesia Indonesia melakukan Agroforestri Karet.

Agroforestri adalah sistem pemanfaatan lahan yang memadukan pepohonan, tanaman pangan dan ternak dengan cara menciptakan sinergi sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati. Sistem ini telah dipraktikkan di Indonesia selama berabad-abad dan merupakan komponen penting dari ekonomi pedesaan selama ini. Praktik agroforestri sangat bervariasi tergantung pada keragaman wilayah, bentang alam dan kondisi ekologi.

Di beberapa wilayah agroforestri bisa berupa campuran tanaman semusim dengan pepohonan secara tumpangsari atau larikan berselang seling, sementara di wilayah lain bisa berupa sistem terpadu dan kompleks mencakup banyak komponen dan ekosistem.

Sistem agroforestri umumnya dikembangkan secara lokal, ditopang oleh petani lokal, memanfaatkan peluang pasar lokal  untuk mengatasi kendala lokal.

Kebun Campur yang dibangun kalangan masyarakat subkultur sejak seabad ini lebih dikodifikasi oleh John Bene pada 1970-an, lantas dirayakan oleh kalangan akademik, juga birokrat sampai hari ini.

Agroforestri pun dijadikan instrumen pembangunan, terutama sektor kehutanan untuk rehabilitasi hutan dan lahan sekaligus pemenuhan masyarakat subsistensi.

Alih-alih  meningkatkan kualitas kebu-kebun campur, kodifikasi dan adopsi pada akhirnya cenderung menjadikan praktik agroforestri mengalami involusi. Sebagai sebuah moda produksi, agroforestri tidak banyak berkembang secara signifikan. Pada titik inilah agroforestry intensif diperlukan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Eva Rohila
A