Rayakan HUT ke-74, NOC Indonesia Kembali Ingatkan Atlet Berani Bersuara Jika Dilecehkan

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) merayakan hari jadinya yang ke-74 di Ritz Carlton Hotel Pasific Place SCBD, Jakarta, Rabu (11/3).
Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang olahraga nasional sekaligus penegasan komitmen dalam membangun ekosistem yang berintegritas, aman, dan berprestasi di kancah dunia.
Tahun ini, NOC Indonesia mengusung tema "Indonesia Connected Globally, Athletes Protected Completely, and United in Peace." Tema tersebut mempertegas visi konektivitas global, perlindungan atlet, dan misi perdamaian melalui olahraga.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari atau yang akrab disapa Okto ini memberikan catatan kritis di hari ulang tahun organisasi yang dipimpinnya.
Ia mengingatkan bahwa saat ini dunia olahraga Indonesia sedang menghadapi tantangan serius, terutama terkait munculnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual.
"Prestasi sebesar apa pun tidak boleh dibangun di atas penderitaan seorang atlet. Semangat United in Peace adalah pengingat bahwa olahraga hadir untuk mempersatukan, bukan memecah belah," kata Okto saat ditemui di Ritz Carlton Hotel Pasific Place SCBD, Jakarta, Rabu (11/3) malam WIB.
Okto memastikan bahwa NOC Indonesia akan terus berbenah diri demi memberikan yang terbaik bagi para pejuang olahraga tanah air.
Sebagai langkah konkret, Okto mengimbau seluruh atlet, pelatih, hingga ofisial untuk berani bersuara dan melaporkan segala bentuk perlakuan yang melanggar norma. NOC Indonesia secara tegas menyatakan perang terhadap predator di lingkungan olahraga.
"Kami imbau semua untuk berani bicara jika ada perlakuan tidak sesuai, harassment, apalagi pelecehan seksual. Segera laporkan, kami siap kawal. Kebiadaban ini harus dihapus dari dunia olahraga Indonesia," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, yang juga turut hadir meminta momentum ini dijadikan titik balik bagi seluruh stakeholder olahraga untuk tetap kompak.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kemenpora, NOC Indonesia, KONI, NPC, hingga KORMI sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
"Artinya banyak sejarah dan kisah yang sudah diciptakan. Saya berharap dengan konsolidasi olahraga nasional, kita hormati tupoksi masing-masing. Olahraga kita harus menjadi duta bangsa dan mencerminkan kedigdayaan kita. Itu hanya bisa jalan kalau semua kompak," ujar Erick Thohir dalam sambutannya.
Erick juga menambahkan bahwa Kemenpora terus melakukan introspeksi diri guna memberikan dukungan maksimal bagi kemajuan prestasi atlet di panggung internasional.
Sejak 2024, NOC Indonesia telah memperkuat sistem perlindungan atlet melalui Safeguarding Officer yang ditunjuk oleh Olympic Council of Asia (OCA), Tabitha Sumendap.
Tim ini bertugas melalui Task Force Safeguarding untuk menjamin atlet berlatih dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 8Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







