Akurat Logo

MBG Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Petani dan Peternak Lokal

Ayu Rachmaningtyas | 4 November 2026, 22:53 WIB
MBG Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Petani dan Peternak Lokal
Kepala BGN, Sudaryono, menyebut MBG diharapkan mampu menciptakan keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen. - Foto: Humas BGN

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memberikan manfaat lebih luas. Tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjelaskan, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 58 juta orang dan alokasi bahan baku sebesar Rp10.000 per porsi, MBG memiliki potensi pasar sangat besar bagi sektor pertanian dan peternakan.

"Dalam satu porsi itu Rp15 ribu. Ada porsi bahan baku Rp10 ribu. Bahan bakunya berupa karbohidrat, sayur, buah, protein hewani, protein nabati dan lain sebagainya. Kalau dikalikan dengan 58 juta penerima manfaat, ini menjadi peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha pertanian," terangnya, dalam Opening Ceremony dan Nusantara AgriFuture Summit NLP & Indogritech 2026, di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut Sudaryono, besarnya kebutuhan tersebut harus dikelola agar MBG mampu menciptakan keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen.

Ketika harga komoditas terlalu tinggi, pengelolaan kebutuhan MBG diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan harga. Sebaliknya, ketika harga jatuh, penyerapan melalui program ini dapat membantu menjaga pendapatan petani dan peternak.

Baca Juga: Program MBG Kini Jangkau 58 Juta Penerima, Serap 1,03 Juta Tenaga Kerja

"Saya ingin mengajak bapak dan ibu semua meningkatkan produktivitas. Yakinlah bahwa MBG ini harus menjadi instrumen yang bisa mendistorsi stok dan harga pangan kita di lapangan, sehingga konsumennya tidak dirugikan, tetapi produsennya juga tidak boleh dirugikan," ujarnya.

Sebagai langkah konkret, BGN tengah menyiapkan sistem pengadaan pangan secara daring melalui platform Loka MBG.

Sistem ini diarahkan agar asosiasi dan koperasi peternak dapat memasok langsung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan tidak bergantung pada perantara.

"Jadi, nanti yang mengisi toko online itu adalah asosiasi peternaknya. Bukan calo, bukan makelar, bukan tengkulak. Kita ingin mendukung peternak secara langsung," katanya.

Sudaryono mencontohkan kondisi harga telur yang saat ini mengalami penurunan. Kebutuhan telur dalam Program MBG dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu menjaga harga di tingkat peternak.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.