Akurat Logo

209.176 Kepala Keluarga di Banyumas Sudah Masuk dalam Sistem Perlinsos Digital

Moehamad Dheny Permana | 2 November 2026, 18:33 WIB
209.176 Kepala Keluarga di Banyumas Sudah Masuk dalam Sistem Perlinsos Digital
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengapresiasi ribuan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang telah membantu masyarakat melakukan registrasi ulang dan pemutakhiran data perlindungan sosial secara digital.

Sebanyak 8.217 orang dari berbagai unsur di Kabupaten Banyumas telah menjadi Agen Perlinsos. Mereka turut membantu ratusan ribu kepala keluarga (KK) untuk masuk ke dalam sistem perlindungan sosial digital.

"Banyumas, kita buktikan Pak Bupati, yang masuk Sistem Perlinsos kita ada 209.176 Kepala Keluarga atau 32,21 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional, Banyumas istimewa," katanya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikutip Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Mendagri Minta Instansi Perkuat Sistem IT untuk Digitalisasi Perlinsos

Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul itu mengungkapkan, kolaborasi berbagai pihak sangat penting dalam proses pemutakhiran data, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pilar-pilar sosial, hinggal RT/RW.

"Kita bangun Indonesia dari Kabupaten Banyumas, jadi kita malam ini kumpul untuk menjadikan Banyumas sebagai Kabupaten terbaik dalam rangka menghadirkan data yang akurat, dan tentu itu akhirnya untuk Indonesia sejahtera," ujarnya.

Dia menjelaskan, perlindungan sosial digital merupakan salah satu upaya pemutakhiran data yang terintegrasi dengan berbagai basis data milik pemerintah.

"Jadi datanya terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan Samsat, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan PLN, terhubung dengan BPJS Kesehatan, terhubung dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan nanti akan terhubung dengan semua data milik pemerintah," jelasnya.

Baca Juga: Apa Itu Perlinsos Digital? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Daftarnya

Melalui sistem tersebut, penentuan kelayakan seseorang untuk menerima bantuan sosial (bansos) tidak dilakukan oleh Agen Perlinsos, melainkan melalui sistem berbasis Artificial Intelligence (AI). Sementara itu, para agen berperan sebagai relawan yang membantu masyarakat melakukan registrasi ulang bansos.

"Karena datanya ini sudah terhubung jadi nanti akan ketahuan semua. Maka itu dalam Perlinsos digital ini, sekarang kita daftar ulang seluruh keluarga masyarakat yang pernah menerima bansos, kita daftar ulang bagi yang menginginkan dapat bansos, diperbolehkan untuk daftar," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan sejumlah Agen Perlinsos yang aktif membantu masyarakat mendaftar dalam sistem perlindungan sosial digital. Salah satunya Muhammad Mubarok, perangkat Desa Cilongok yang telah berhasil mendaftarkan 360 orang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.