Pertemuan Prabowo dan Menlu Singapura Dorong Langkah Konkret Atasi Karhutla

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara, termasuk dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kerja sama Indonesia dan Singapura dalam menangani karhutla harus menghasilkan langkah konkret, mulai dari pencegahan, pertukaran informasi, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Bagi Indonesia, setiap pertemuan bilateral harus diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Dalam penanganan karhutla, kerja sama dengan Singapura perlu menghasilkan langkah konkret, mulai dari pencegahan, pertukaran informasi, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Baca Juga: DPR Minta Kerja Sama dengan Singapura Bongkar Jejak Korporasi di Balik Karhutla
"Penanganan karhutla menjadi salah satu isu penting dalam hubungan Indonesia dan Singapura. Terlebih, kedua negara telah membahas pembentukan satuan tugas bersama untuk memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, serta penegakan hukum," kata Dave dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Namun, dia mengingatkan bahwa setiap langkah kerja sama harus tetap mengacu pada ketentuan hukum dan menghormati kedaulatan masing-masing negara.
"Semua upaya tersebut harus dilaksanakan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap menghormati kedaulatan serta kewenangan masing-masing negara," ujarnya.
Dave juga memandang pertemuan Prabowo dengan Menlu Singapura sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi langsung antara kedua negara yang memiliki kepentingan strategis di kawasan.
"Ini menunjukkan pentingnya komunikasi langsung di tingkat pimpinan negara untuk memperkuat hubungan bilateral. Sebagai negara tetangga yang memiliki kepentingan strategis di kawasan, Indonesia dan Singapura perlu terus membangun hubungan yang baik, terbuka, dan saling menguntungkan," jelasnya.
Baca Juga: Demo Mahasiswa di Bundaran HI Soal Karhutla, Polisi Pasang Barikade Lima Lapis
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Singapura tidak hanya terbatas pada persoalan karhutla. Kedua negara juga memiliki kerja sama di bidang ekonomi, energi, pertahanan, dan berbagai kepentingan strategis lainnya. Maka diharapkan pemerintah mampu memanfaatkan hubungan bilateral tersebut untuk meningkatkan investasi, memperkuat kapasitas nasional, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Indonesia.
Dia menegaskan, hubungan baik dengan Singapura harus menjadi modal untuk memperluas kerja sama regional. Namun, setiap kesepakatan yang dihasilkan harus tetap mengutamakan kepentingan nasional.
"Kami mendorong agar diplomasi Indonesia tidak berhenti pada pertemuan antarpemimpin, melainkan ditindaklanjuti melalui kebijakan dan kerja sama yang memberikan hasil bagi masyarakat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








