Akurat Logo

WNI di Arab Saudi Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan, Keselamatan Jadi Prioritas

Moehamad Dheny Permana | 12 Oktober 2026, 20:10 WIB
WNI di Arab Saudi Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan, Keselamatan Jadi Prioritas
Militan Houthi melancarkan serangan rudal ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, pada Sabtu dan Minggu (10-11/10/2026). - Foto: Cnbcindonesia.com/Reuters/Stringer

AKURAT.CO Pemerintah meminta warga negara Indonesia (WNI), baik yang melaksanakan ibadah umrah maupun tinggal di Arab Saudi, untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul perkembangan situasi keamanan di Kawasan Timur Tengah.

WNI di Arab Saudi diimbau agar tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi.

"Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas," jelas Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, melalui keterangannya, Senin (12/10/2026).

Serangan rudal yang dilancarkan militan Houthi dari Yaman menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026). Serangan berlanjut pada Minggu (11/10/2026) waktu setempat.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah meminta para WNI menghindari lokasi yang berpotensi rawan dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di wilayah terdampak situasi keamanan.

Baca Juga: Pemerintah Perlu Pastikan Keselamatan WNI Usai Serangan Militan Houthi di Arab Saudi

Kemenhaj juga mengimbau WNI agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, mengacu pada sumber resmi, serta tidak menyebarluaskan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Pemerintah menegaskan bahwa WNI di Arab Saudi perlu terus memantau informasi dan arahan resmi dari KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri. Sekaligus mematuhi ketentuan yang berlaku demi menjaga keselamatan.

Secara khusus, jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi diminta untuk terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.

Penyelenggara perjalanan juga diminta memastikan kondisi jemaah dan menyampaikan informasi penting secara berkala.

"Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan," jelas Ichsan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.