Jangan Langsung Tidur! Lakukan 4 Sunnah Pendek Ini Setelah Subuh untuk Membuka Pintu Rezeki

AKURAT.CO Waktu setelah salat Subuh sering kali menjadi momen yang terlewatkan. Sebagian orang memilih kembali tidur karena masih mengantuk, sementara yang lain langsung disibukkan dengan pekerjaan dan aktivitas harian. Padahal, pagi hari dapat dimanfaatkan untuk beribadah, berzikir, dan mempersiapkan diri menjalani hari dengan lebih baik.
Dalam Islam, waktu pagi memiliki keutamaan. Rasulullah saw. bahkan mendoakan keberkahan bagi umatnya pada waktu pagi. Karena itu, daripada langsung kembali tidur, umat Islam dapat mengisi waktu setelah Subuh dengan sejumlah amalan sunah yang ringan, tetapi bernilai ibadah.
Berikut empat amalan yang bisa dilakukan untuk mengawali hari dengan mengharap keberkahan dan kelapangan rezeki dari Allah Swt.
1. Membaca zikir pagi
Amalan pertama adalah membaca zikir pagi. Zikir menjadi cara seorang Muslim mengingat Allah sekaligus memohon perlindungan-Nya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Zikir pagi dapat berisi bacaan tasbih, tahmid, takbir, istigfar, serta doa-doa yang diajarkan Rasulullah saw. Salah satu bacaan yang mudah diamalkan ialah:
Subḥānallāhi wa biḥamdih.
Artinya: “Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya.”
Baca Juga: Panduan Praktis Menghadapi Burnout Kerja Lewat Jalur Langit: 3 Zikir Khusus Penenang Jiwa
Membiasakan diri berzikir setelah Subuh membantu seseorang memulai hari dengan mengingat Allah. Amalan ini bukan jaminan seseorang langsung memperoleh kekayaan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk meraih rida dan keberkahan-Nya.
2. Membaca Al-Qur’an meski hanya beberapa ayat
Setelah berzikir, waktu pagi juga dapat diisi dengan membaca Al-Qur’an. Tidak harus membaca satu juz sekaligus. Beberapa ayat yang dibaca secara rutin pun dapat menjadi kebiasaan baik jika disertai kesungguhan untuk memahami dan mengamalkan kandungannya.
Membaca Al-Qur’an membantu menenangkan hati sekaligus mengingatkan seorang Muslim tentang tujuan hidup, tanggung jawab, dan pentingnya mencari rezeki melalui jalan yang halal.
Jika memiliki waktu lebih panjang, seseorang dapat melanjutkan dengan membaca terjemahan atau tafsir ringkas agar pesan Al-Qur’an semakin dipahami.
3. Berdoa memohon rezeki yang baik dan berkah
Amalan berikutnya adalah memanjatkan doa kepada Allah Swt. agar diberikan rezeki yang halal, baik, dan membawa manfaat.
Salah satu doa yang dapat dibaca pada pagi hari adalah:
Allāhumma innī as’aluka ‘ilman nāfi‘an, wa rizqan ṭayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”
Doa ini diriwayatkan dalam hadis tentang amalan Rasulullah saw. setelah salat Subuh. Isinya mengajarkan bahwa permohonan seorang Muslim tidak hanya berkaitan dengan harta, tetapi juga ilmu yang bermanfaat dan amal yang diterima Allah.
Dengan demikian, rezeki dapat dipahami secara lebih luas, mencakup penghasilan yang halal, kesehatan, kesempatan berbuat baik, dan manfaat yang dirasakan dalam kehidupan.
4. Memulai aktivitas dengan ikhtiar dan tidak menyia-nyiakan waktu
Amalan keempat adalah segera mempersiapkan diri untuk menjalani aktivitas yang bermanfaat. Semangat ini sejalan dengan doa Rasulullah saw. agar umatnya diberkahi pada waktu pagi.
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan at-Tirmidzi, Rasulullah saw. berdoa agar Allah memberikan keberkahan kepada umatnya pada waktu pagi. Doa tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya memanfaatkan waktu pagi untuk kegiatan yang baik.
Karena itu, setelah berzikir dan berdoa, seorang Muslim dapat bersiap bekerja, belajar, berdagang, atau menjalankan tanggung jawab keluarga. Rezeki tetap perlu diupayakan melalui kerja yang jujur, keterampilan, kedisiplinan, dan cara-cara yang halal.
Baca Juga: Cara Mengatur Gaji Bulanan dengan Metode 50-30-20 Versi Syariah: Bebas Riba, Tetap Bisa Sedekah
Perlu dipahami bahwa mengisi waktu setelah Subuh dengan amalan tersebut bukanlah formula yang menjamin kekayaan secara instan. Rezeki merupakan ketetapan Allah, sementara manusia diperintahkan untuk berdoa sekaligus berikhtiar.
Pada akhirnya, kebiasaan baik setelah Subuh dapat menjadi awal hari yang lebih terarah. Dengan menjaga zikir, membaca Al-Qur’an, memanjatkan doa, dan menjalankan aktivitas yang bermanfaat, seorang Muslim berusaha menjemput rezeki bukan hanya dalam bentuk materi, melainkan juga keberkahan dalam kehidupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi




