Akurat Logo

Celios Sangsikan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,47 Persen di Tengah Perlambatan Konsumsi RT, Belanja Pemerintah dan Investasi

Esha Tri Wahyuni | 6 November 2026, 17:13 WIB
Celios Sangsikan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,47 Persen di Tengah Perlambatan Konsumsi RT, Belanja Pemerintah dan Investasi
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47% pada kuartal III-2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuartal II-2026 yang tercatat sebesar 5,29%. Namun, kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyoroti sejumlah komponen pembentuk produk domestik bruto (PDB) yang justru mengalami perlambatan. Salah satunya adalah konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04% pada kuartal III-2026. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang mencapai 5,06%.

Baca Juga: Konsumsi RT Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi 5,47 Persen, Menkeu: APBN Berperan Penting Jaga Daya Beli Masyarakat

"Padahal, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi sebesar 51,97% terhadap PDB nasional. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perlambatan pada komponen dengan porsi terbesar dalam perekonomian dapat memengaruhi kualitas pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," ujar Nailul dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

Nailul menilai perlambatan konsumsi rumah tangga tersebut perlu dicermati, terutama ketika pertumbuhan ekonomi nasional justru mengalami peningkatan.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 memang meningkat menjadi 5,47 Persen dari sebelumnya 5,29 persen. Namun, ada sejumlah kejanggalan yang perlu diperhatikan. Konsumsi rumah tangga yang memiliki kontribusi lebih dari 50 persen. terhadap PDB justru mengalami perlambatan," ujar Nailul.

Menurutnya, perlambatan tidak hanya terjadi pada konsumsi rumah tangga. Sejumlah komponen pengeluaran lainnya, seperti konsumsi pemerintah dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi, juga mencatatkan pertumbuhan lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

Konsumsi pemerintah tumbuh 8,95% pada kuartal III-2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II-2026 yang mencapai 15,97%.

Sementara itu, pertumbuhan PMTB atau investasi tercatat melambat dari 6,87% pada kuartal II-2026 menjadi 6,06% pada kuartal III-2026. Perlambatan juga terlihat pada investasi kendaraan yang pertumbuhannya turun dari 26,03% menjadi 12,96%.

Nailul menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah mesin penggerak ekonomi yang sebelumnya menopang pertumbuhan pada dua kuartal pertama mulai kehilangan momentum.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.