Golkar Perkuat Mesin Komunikasi Politik Lewat Teknologi AI

AKURAT.CO Partai Golkar memperkuat transformasi digital organisasi melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO), serta Seminar Lokakarya Kecerdasan Artifisial (AI) 2026.
Kegiatan yang mengusung tema "Karya Kekaryaan di Era Kecerdasan Buatan: Transformasi Digital Partai Golkar Menuju Partai Modern" diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu (6-7/11/2026).
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Nurul Arifin, mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi perubahan lanskap komunikasi politik dan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan artifisial menghadirkan peluang baru bagi partai politik untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, pengelolaan informasi, serta pelayanan organisasi kepada masyarakat.
"Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi partai politik yang ingin terus berkembang menjadi organisasi modern. Kami ingin seluruh jajaran Golkar mampu memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, secara tepat dan bertanggung jawab," jelas Nurul.
Baca Juga: Golkar: Hak Angket Tidak Relevan Menindaklanjuti Putusan MA Soal Ijazah Gibran
Rakornas MPO dirancang untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi jajaran media serta penggalangan opini Partai Golkar di berbagai tingkatan organisasi. Sementara, semiloka kecerdasan artifisial diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis kader dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaan organisasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar dan Rakornas MPO di Aula Grha Golkar, Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta.
Agenda dilanjutkan dengan lokakarya kecerdasan artifisial pada Sabtu (7/11/2026) di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman.
Semiloka melibatkan tim teknis organisasi yang sehari-hari menangani pengelolaan media sosial, data keanggotaan, kesekretariatan, maupun kegiatan kepemiluan.
Para peserta juga diminta menyiapkan satu contoh kasus atau use case dari pekerjaan sehari-hari untuk dipraktikkan menggunakan teknik prompt engineering selama lokakarya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 2Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 3Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 7Blue Bird Cetak Laba Rp474 Miliar, Salah Satunya Ditopang oleh Keuntungan Penjualan Armada yang Melonjak
- 8Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar







