Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Lampaui 5,5 Persen

AKURAT.CO Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 bakal melampaui 5,5% dan secara keseluruhan tahun 2025 bisa mencapai 5,2%.
Bukan tanpa alasan, kebijakan injeksi Rp200 triliun lebih ke sistem perbankan diperbaya akan berdampak banyak pada pertumbuhan ekonomi.
"(proyeksi pertumbuhan ekonomi) 2025 sampai dengan kuartal IV sejauh ini masih di atas 5,5 persen dan untuk full year 5,2 persen," papar Purbaya di sela konferensi pers akhir tahun di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Diakuinya, perekonomian Indonesia di 9 bulan pertama 2025 sendiri memang masih melemah. Hal ini juga berimbas pada penerimaan pajak dan ruang fiskal untuk bisa lebih mendorong belanja pemerintah.
Baca Juga: Purbaya Akui Injeksi Keuangan di Perbankan Belum Maksimal Dampaknya Karena Ini
"Seperti yang kita lihat sebelum sebelumnya, realisasi penerimaan perpajakan berada di bawah target APBN dan kami enggak memungkiri itu karena memang ekonominya jelek di 9 bulan pertama 2025," aku Purbaya.
Lalu juga ada beberapa upaya penarikan pajak yang ia tunda sampai nanti kondisi perekonomian lebih baik.
"Karena percuma juga kalau saya kerjakan (tarik sekarang) enggak akan masuk uangnya akan nambah beban ke ekonomi, jadi harus countercyclical dimana saya enggak akan membebani ekonomi secara berlebihan agar proses recovery bagus. Saya yakin akhir kuartal I-2026 sudah bisa dilihat lebih jelas bahwa ekonomi kita lebih baik," lanjut Purbaya.
Seperti diketahui, dalam kondisi resesi saat ini, lewat instrumen fiskal dan moneter pemerintah mendorong aktivitas ekonomi. Sebaliknya dalam kondisi booming, instrumen fiskal dan moneter diketatkan agar laju aktivitas ekonomi tak berujung overheating.
2026 Tembus 6 Persen
Purbaya juga yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026 bisa tembus 6% dengan berbagai upaya. Pertama, kebijakan yang semakin sinkron antara Kementerian Keuangan dengan BI.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi akan lebih baik dari sekarang, 2026 seharusnya pertumbuhan ekonomi 6% seperti yang sudah saya sampaikan sebelum-sebelumnya, tidak terlalu sulit dicapai," ucapnya.
Upaya lain, kebijakan fiskal yang bisa berjalan lebih cepat sejak awal tahun. "Kemudian harus dihilangkan hal-hal yang menghambat bisnis para pelaku usaha, sehingaga investor asing juga akan mulai lebih optimis bergerak ke sini. Peraturan-peraturan yang menggangu akan kami detteksi dan akan kami perbaiki secepatnya," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







