BPS: Ekspor RI Tumbuh 5,58 Persen, China Bersama AS dan India Jadi Tujuan Utama

AKURAT.CO Industri pengolahan menjadi salah satu penopang utama kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari-September 2026. Nilai ekspor sektor ini mencapai USD182,83 miliar atau tumbuh 8,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono menyampaikan, secara keseluruhan nilai ekspor Indonesia mencapai USD221,23 miliar selama Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat 5,58% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Peningkatan ekspor terutama berasal dari kelompok nonmigas yang tumbuh 6,30% menjadi USD212,27 miliar.
Baca Juga: Bahlil Instruksikan Ekspor SDA Langsung ke Negara Tujuan Tanpa Transit
Berdasarkan sektor, lanjut Ateng, industri pengolahan mencatatkan nilai ekspor terbesar dibandingkan sektor lainnya, yakni USD182,83 miliar.
"Nilai tersebut setara sekitar 82,6% dari total ekspor Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pertumbuhannya yang mencapai 8,93% juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor nasional sebesar 5,58%. Besarnya kontribusi tersebut memperlihatkan posisi industri pengolahan dalam struktur perdagangan luar negeri Indonesia. Sektor ini menjadi salah satu sumber utama penerimaan ekspor nonmigas nasional," ungkapnya di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11/22026).
China, AS, dan India Jadi Tujuan Utama Ekspor
Di tengah pertumbuhan ekspor industri pengolahan, pasar tujuan ekspor nonmigas Indonesia masih terkonsentrasi pada sejumlah negara utama.
BPS mencatat China menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia dengan nilai USD54,17 miliar sepanjang Januari-September 2026.
Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan nilai USD25,39 miliar. Sementara itu, India berada di urutan ketiga dengan nilai USD15 miliar.
"Jika digabungkan, ekspor nonmigas ke ketiga negara tersebut mencapai USD94,56 miliar. Nilainya setara sekitar 44,5% dari total ekspor nonmigas Indonesia yang sebesar USD212,27 miliar," paparnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia







