Akurat Logo

Bos BI Sebut Ketahanan Eksternal RI Terjaga di Tengah Gejolak Global

Esha Tri Wahyuni | 24 September 2026, 10:04 WIB
Bos BI Sebut Ketahanan Eksternal RI Terjaga di Tengah Gejolak Global
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.

Sejumlah indikator, mulai dari neraca perdagangan, aliran modal asing hingga posisi cadangan devisa, menjadi perhatian bank sentral dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk menghadapi tekanan eksternal yang masih tinggi.

Baca Juga: ASGR Perluas Pemanfaatan AI, Dorong Bisnis dan Produktivitas

“Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal di periode meningkatnya ketidakpastian global,” kata Destry dikutip dari YouTube Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026).

Salah satu penopang ketahanan eksternal berasal dari kinerja perdagangan. Berdasarkan data BI, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 kembali mencatat surplus USD0,12 miliar atau sekitar USD120 juta.

Capaian tersebut berbalik dari defisit USD0,45 miliar pada Juni 2026. Secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari-Juli 2026 mencatat surplus USD3,70 miliar.

“Namun, neraca perdagangan periode Juli 2026 mencatat surplus sebesar USD0,12 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit USD0,45 miliar,” ujar Destry.

Selain perdagangan, aliran investasi portofolio asing juga menjadi salah satu sumber penguatan transaksi eksternal. BI mencatat investasi portofolio asing pada triwulan III 2026 hingga 21 September mencatat net inflows sebesar USD0,4 miliar.

Aliran dana tersebut terutama ditopang oleh penerbitan global bond pemerintah serta arus masuk ke Surat Berharga Negara (SBN).

Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia juga masih berada pada level yang memadai. BI mencatat cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 mencapai USD146,5 miliar, meningkat dari USD145,3 miliar pada akhir Juli 2026.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.