Direktur DJPK Ungkap Kebijakan Fiskal Difokuskan Untuk Entaskan Kemiskinan Ekstrem

AKURAT.CO Dalam upaya mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pemerintah menetapkan tema Kebijakan Fiskal 2024.
Menurut Direktur Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan (DJPK), Jaka Sucipta mengatakan salah satu prioritas kebijakan jangka pendek adalah penghapusan kemiskinan ekstrem.
"Pendekatan fiskal kami difokuskan pada pengendalian inflasi, penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan prevalensi stunting, dan peningkatan investasi," ungkap Jaka di Yogyakarta, Rabu (1/5/2024).
Baca Juga: Bappenas Targetkan Penurunan Kemiskinan Ekstrem Di RAPBN 2024
Ditambahkan, pihaknya berkomitmen untuk menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem melalui peran kebijakan APBN yang berfokus pada program-program stunting dan kemiskinan ekstrem.
Sementara itu, dalam jangka menengah-panjang, fokus kebijakan meliputi Human Capital Gap, Infrastructure Gap, dan Institutional Gap.
"Kami berupaya untuk mengisi kesenjangan tersebut melalui percepatan reformasi struktural," tambahnya.
Di sisi lain, kebijakan transfer ke daerah juga diarahkan untuk mendukung program-program nasional.
Serta, ia berharap dapat meningkatkan sinergi antara pusat dan daerah serta memastikan penggunaan Transfer Ke Daerah (TKD) untuk kegiatan yang produktif dengan multiplier effect yang tinggi.
Dalam hal alokasi dana, prioritas nasional yang mendapat perhatian termasuk kesehatan, infrastruktur, ketahanan pangan, transformasi ekonomi, dan pendidikan.
"Alokasi dana untuk tahun 2024 telah diprioritaskan sesuai dengan visi Indonesia Maju 2045," tandasnya.
Dengan demikian, kebijakan fiskal tahun ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








