Inflasi RI Terendah Kelima di G20, Menko Airlangga: Berkat Kordinasi TPIP-TPID

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan inflasi Indonesia jauh lebih rendah dibanding negara G20 lain seperti Argentina, Turki, Rusia, India bahkan AS.
Per Desember 2023, inflasi Indonesia mencapai 2,61%, sesuai sasaran pemerintah sebesar 3% plus minus 1% atau 2-4%.
Menurut Airlangga, capaian positif tersebut tak lepas dari kordinasi yang baik dari Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Baca Juga: Ini Alasan Fed Lebih Favoritkan Inflasi PCE Ketimbang CPI Untuk Patokan Kebijakan Moneter AS
"Kita lihat dibandingkan negara lain menjadi salah satu negara dengan inflasi rendah, yang di bawah kita hanya Jepang yang angkanya mirip dengan kita, kemudian Saudi, Italia, dan China. Dibanding negara G20 lain kita lebih baik dari Argentina, Turki, Rusia, India, bahkan AS," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Mengutip Trading Economy, inflasi Indonesia memang terendah kelima di antara G20. Posisi pertama diduduki China yang deflasi 0,3%. Kemudian berturut-turut Italia 0,59%, Arab Saudi 1,5% dan Jepang 2,6%.
Ditambahkan, pada tahun 2024 ini pemerintah mengincar inflasi yang lebih rendah, dengan target yang dipasang di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen atau 2,5% plus minus 1%.
""Dan tentunya HLM TPIP (Hasil High Level Meeting, Tim Pengendalian Inflasi Pusat), menyepakati beberapa langkah strategis dan konsisten untuk menjaga inflasi untuk di tahun 2024 ini ditargetkan di angka 2,5 plus minus satu persen," imbuhnya.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari perumusan kebijakan moneter dan fiskal, mengendalikan inflasi komoditas harga bergejolak, hingga memberikan bantuan sosial (bansos) pangan serta uang tunai kepada masyarakat rentan dan miskin.
"Ke depan tentu diharapkan target inflasi bisa dicapai sesuai dengan sasaran 2024," ucap Airlangga
Berikut data lengkap inflasi negara G20.
- China (-0,3%)
- Italia 0,59%
- Arab Saudi 1,5%
- Jepang 2,6%
- Indonesia 2,61%
- Uni Eropa 2,9%
- Korea Selatan 3,2%
- Amerika Serikat 3,4%
- Kanada 3,4%
- Jerman 3,7%
- Perancis 3,7%
- Inggris 4%
- Meksiko 4,66%
- Brasil 4,62%
- Afrika Selatan 5,1%
- Australia 5,4% (data September 2023)
- India 5,69%
- Rusia 7,4%
- Turki 64,77%
- Argentina 211%
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









