Resmi! Visa Jadi Mitra Pembayaran M8 hingga M10 Mobile Legends

AKURAT.CO Industri esports Indonesia tidak hanya menjadi ruang kompetisi gim, tetapi juga membuka peluang bisnis bagi perusahaan pembayaran digital, perbankan, dan merek yang ingin menjangkau komunitas gamer.
Potensi tersebut menjadi salah satu latar belakang perluasan kemitraan Visa dengan MOONTON Games, pengembang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).
Melalui kemitraan global tersebut, Visa akan menjadi Global Payment Partner untuk tiga edisi M Series, mulai dari M8 World Championship pada 2027 hingga M10 World Championship pada 2029. Kerja sama ini berlangsung selama tiga tahun.
Baca Juga: Devisa Indonesia USD146 Miliar, Menko Airlangga Respons Gejolak Sentimen MSCI
Visa menyatakan kolaborasi tersebut akan menghadirkan sejumlah keuntungan bagi pemegang kartunya, termasuk akses prioritas untuk mendapatkan tiket M Series dan kesempatan mengikuti pengalaman eksklusif selama rangkaian turnamen.
Merespon hal tersebut, Chief Marketing Officer Visa Asia Pasifik, Danielle Jin mengatakan, M Series mempertemukan jutaan penggemar gim setiap tahun. Menurut dia, kerja sama dengan MOONTON Games ditujukan untuk memperluas pengalaman penggemar sekaligus memperkuat hubungan Visa dengan komunitas gaming.
“MLBB menjadi contoh nyata bagaimana mobile gaming dapat mengubah cara orang bermain, terhubung satu sama lain, dan melakukan transaksi,” kata Danielle.
Baca Juga: Cadangan Devisa RI Turun Tipis ke USD146,3 Miliar di September 2026
Seperti yang diketahui, Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi perkembangan MLBB dan esports. Pertumbuhan komunitas pemain, penonton, kreator konten, serta penyelenggara turnamen membuka ruang bagi perusahaan untuk membangun hubungan dengan konsumen melalui kegiatan gaming.
Head of Esports Business Development Indonesia MOONTON Games, Martinus H. Manurung mengatakan, MLBB Indonesia telah menjadi bagian dari perkembangan esports nasional selama sekitar satu dekade terakhir.
Menurut Martinus, M Series kini menarik jutaan penonton dan melibatkan mitra bisnis internasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem esports dapat membuka peluang komersial bagi berbagai pihak.
“Budaya gaming di Indonesia mampu menciptakan peluang nyata bagi merek dan pelaku bisnis internasional,” ujar Martinus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 8Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah









