Akurat Logo

Digitalisasi Daerah Jadi Fokus Pemerintah Dorong Transformasi Ekonomi

Andi Syafriadi | 24 September 2026, 22:15 WIB
Digitalisasi Daerah Jadi Fokus Pemerintah Dorong Transformasi Ekonomi
Pembukaan acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta. - Dok. Ojk

AKURAT.CO Pemerintah mendorong penguatan digitalisasi daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik, mendukung iklim investasi, sekaligus mempercepat transformasi ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan digitalisasi daerah menjadi bagian penting dari upaya memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah.

Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta.

Baca Juga: Pemerintah Kejar Pertumbuhan Inklusif, Airlangga: Pemanfaatan Teknologi Tak Boleh Perlebar Kesenjangan

Menurut Airlangga, penyelenggaraan FEKDI dan IFSE yang disinergikan dengan agenda pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah membuka peluang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia menilai stabilitas harga, pengembangan ekonomi digital, dan peningkatan produktivitas perlu didorong secara bersama.

"Ini adalah momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital ke depan," kata Airlangga.

Airlangga mengatakan digitalisasi daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik dan mendukung iklim investasi.

Baca Juga: Airlangga Pastikan APBN Siap Biayai Atlet Indonesia Jelang Asian Games 2026

Selain itu, pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dinilai dapat menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.