IHSG Ditaksir Uji Level 6.050, Simak Menu Saham Hari Ini

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu (29/7/2026).
Pelaku pasar masih mencermati dua sentimen utama, yakni hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan ketidakpastian penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif yang dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.
Pada perdagangan Selasa (28/7/2026), IHSG ditutup melemah 0,89% ke level 6.130,5. Koreksi dipimpin sektor properti yang turun 3,25%, sementara sektor barang konsumen primer menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,52%.
Baca Juga: Pasar Masih Cermati Transisi Gubernur BI, IHSG Diprediksi Konsolidasi
Di pasar valuta asing, rupiah juga kembali tertekan dan ditutup melemah 0,41% ke level Rp18.083 per USD di pasar spot. Posisi tersebut semakin mendekati rekor terendah sepanjang masa di Rp18.190 per USD.
Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap rupiah masih dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, indeks dolar AS masih menguat menjelang keputusan suku bunga The Fed pekan ini.
Sementara dari dalam negeri, investor masih memilih bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian terkait penunjukan Gubernur BI yang baru.
"Histogram MACD IHSG berlanjut menyempit dan Stochastic RSI melemah di area pivot. Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji level 6.050-6.100 pada perdagangan hari ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu (29/7/2026).
Selain itu, harga minyak mentah dunia juga melanjutkan pelemahan setelah muncul laporan mengenai pembicaraan antara Iran, Arab Saudi, dan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu sentimen yang turut memengaruhi pergerakan pasar global. Sementara itu, MNC Sekuritas melihat peluang terjadinya penguatan teknikal dalam jangka pendek apabila tekanan jual mulai mereda.
"Area penguatan terdekat IHSG diperkirakan berada pada kisaran 6.262 hingga 6.299 pada perdagangan Rabu," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Untuk strategi perdagangan jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati investor, yakni ADMR, DSNG, ICBP, dan TPIA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









