UBS Group AG Perbesar Porsi Kepemilikan di BUMI, Borong 421,36 Juta Saham
Hefriday | 28 September 2025, 18:53 WIB

AKURAT.CO Aksi korporasi kembali terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan tambang batu bara yang berada di bawah kendali Grup Bakrie dan Salim.
UBS Group AG tercatat memperbesar porsi kepemilikannya setelah melakukan pembelian saham dalam jumlah besar pada September 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), UBS Group AG membeli sebanyak 421,36 juta lembar saham BUMI pada 22 September 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), UBS Group AG membeli sebanyak 421,36 juta lembar saham BUMI pada 22 September 2025.
Transaksi tersebut dilakukan dengan harga rata-rata Rp119,0982 per saham. Dengan perhitungan itu, total dana yang digelontorkan mencapai sekitar Rp50,18 miliar.
Dalam dokumen keterangan yang dikutip, Minggu (28/9/2025) UBS Group AG menjelaskan bahwa pembelian tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan lindung nilai (hedging) derivatif klien.
Dalam dokumen keterangan yang dikutip, Minggu (28/9/2025) UBS Group AG menjelaskan bahwa pembelian tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan lindung nilai (hedging) derivatif klien.
Baca Juga: Pertama di Indonesia! BTN Luncurkan Inovasi Kurangi Angsuran Rumah dengan Sampah untuk Jaga Bumi
Hal ini menunjukkan adanya strategi manajemen risiko yang diterapkan oleh UBS melalui instrumen derivatif dengan menjadikan saham BUMI sebagai underlying asset.
Dengan transaksi tersebut, jumlah saham BUMI yang digenggam UBS Group AG meningkat signifikan. Kini, total kepemilikan UBS mencapai 26,2 miliar lembar saham atau setara 7,06%.
Dengan transaksi tersebut, jumlah saham BUMI yang digenggam UBS Group AG meningkat signifikan. Kini, total kepemilikan UBS mencapai 26,2 miliar lembar saham atau setara 7,06%.
Sebelumnya, UBS hanya menguasai 25,8 miliar lembar saham atau 6,95% dari total saham beredar.
Menariknya, aksi beli besar-besaran ini terjadi hanya beberapa hari setelah UBS sempat melepas sebagian kepemilikan sahamnya di BUMI.
Menariknya, aksi beli besar-besaran ini terjadi hanya beberapa hari setelah UBS sempat melepas sebagian kepemilikan sahamnya di BUMI.
Pada 18 September 2025, UBS tercatat menjual 61,09 juta lembar saham dengan harga rata-rata Rp112,7182 per saham. Dari transaksi tersebut, UBS mengantongi dana sekitar Rp6,8 miliar.
Pasca-penjualan itu, kepemilikan UBS Group AG sempat turun menjadi 25,98 miliar saham atau setara 6,99%. Namun, hanya berselang empat hari, UBS kembali memperkuat posisinya dengan aksi borong saham BUMI dalam jumlah lebih besar.
Pergerakan UBS dalam memperjualbelikan saham BUMI dinilai sebagai langkah strategis memanfaatkan volatilitas harga.
Pasca-penjualan itu, kepemilikan UBS Group AG sempat turun menjadi 25,98 miliar saham atau setara 6,99%. Namun, hanya berselang empat hari, UBS kembali memperkuat posisinya dengan aksi borong saham BUMI dalam jumlah lebih besar.
Pergerakan UBS dalam memperjualbelikan saham BUMI dinilai sebagai langkah strategis memanfaatkan volatilitas harga.
Dengan aksi beli di atas Rp119 per saham setelah sebelumnya menjual di kisaran Rp112 per saham, UBS tampak memperhitungkan tren kenaikan nilai saham emiten batu bara tersebut.
BUMI sendiri merupakan salah satu emiten batu bara terbesar di Indonesia dengan basis produksi yang luas.
BUMI sendiri merupakan salah satu emiten batu bara terbesar di Indonesia dengan basis produksi yang luas.
Sebagai bagian dari Grup Bakrie dan Salim, BUMI memiliki daya tarik tersendiri bagi investor institusi global, termasuk UBS, yang kerap masuk dan keluar dalam jumlah signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









