Sekolah Rakyat Medan Rampung 100 Persen, Siap Tampung 1.080 Siswa

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II di Kota Medan, Sumatra Utara, telah berhasil rampung dengan progres fisik mencapai 100% pada awal Juli 2026.
Fasilitas ini siap difungsikan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.
Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jadi Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” kata Dody, Minggu (5/7/2026).
Berdiri di atas lahan seluas 6,01 hektare milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, sekolah terpadu ini dibangun dengan melibatkan sekitar 900 tenaga kerja.
Pembangunan Sekolah Rakyat Medan ini digarap oleh PT Nindya Karya (Persero) dan PT FYP dengan skema kerja sama operasi (KSO).
Pekerjaan dilaksanakan selama 200 hari kerja dan 150 hari masa pemeliharaan dengan anggaran yang bersumber dari APBN 2025–2026 senilai Rp258 miliar.
Kompleks Sekolah Rakyat Medan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, ruang laboratorium, rumah susun (rusun) guru, gedung serbaguna, masjid, guest house, kantin, dapur beserta instalasi pengolahan limbah, hingga instalasi air bersih.
Dalam rangka menunjang keamanan dan aktivitas siswa, kawasan sekolah juga dilengkapi sistem CCTV, lapangan upacara, serta fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer dan basket.
Baca Juga: Mensos Minta Kepala Sekolah Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat
Selain itu, sekolah ini dirancang sebagai sekolah terpadu dengan kapasitas sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa jenjang SD, serta masing-masing 270 siswa untuk SMP dan SMA.
Nantinya, setiap ruang kelas dirancang untuk menampung 30 siswa agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








