UMKM Sulap Minyak Jelantah dan Kain Jeans Bekas Jadi Produk Bernilai Jual

AKURAT.CO Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengembangkan produk bernilai tambah dengan memanfaatkan bahan sisa produksi.
Inovasi tersebut terlihat dalam produk lilin aromaterapi berbahan limbah minyak jelantah hingga sepatu dari limbah kain jeans yang dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Pengembangan produk berbasis limbah membuka peluang bagi UMKM untuk mengoptimalkan bahan baku sekaligus menghadirkan produk dengan nilai ekonomi.
Baca Juga: Riset Paramadina: Wajib Halal Oktober Berisiko Tekan Daya Beli dan UMKM
Inovasi ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular, yakni upaya memanfaatkan kembali material agar dapat digunakan lebih lama dan mengurangi limbah.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo mengatakan, pengembangan ekonomi rakyat menjadi salah satu prioritas pemerintah. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM diperlukan agar sektor tersebut dapat berkembang lebih cepat dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Jadi saya rasa memang potensi ekonomi rakyat seperti yang ditegaskan oleh Bapak Presiden dan merupakan salah satu prioritas dari Bapak Presiden itu sangat besar. Dan tugas kita di Kemenko Perekonomian untuk membantu supaya ekonomi rakyat bisa tumbuh lebih cepat lagi, sehingga kesejahteraan rakyat seperti yang diperintahkan oleh Bapak Presiden itu akan bisa semakin meningkat,” ujar Dradjad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dradjad mengunjungi sejumlah stan pameran UMKM, termasuk stan mitra PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Produk yang ditampilkan meliputi lilin aromaterapi berbahan limbah minyak jelantah, sepatu dari limbah kain jeans, serta produk unggulan daerah seperti kopi dan batik.
Produk-produk tersebut memperlihatkan beragam pendekatan pelaku usaha dalam mengembangkan produk lokal. Pemanfaatan bahan sisa menjadi barang baru dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan usaha, meskipun keberhasilannya tetap bergantung pada kualitas produk, biaya produksi, daya beli konsumen, dan kemampuan menjangkau pasar.
Baca Juga: Pemerintah Gandeng Lazada, UMKM Perempuan Dapat Pelatihan Digital
Bagi UMKM, pameran perdagangan seperti TEI juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli, membangun jejaring bisnis, serta membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha. Akses ke pasar yang lebih luas menjadi penting agar inovasi tidak berhenti pada tahap pengembangan produk, tetapi juga memiliki kesempatan untuk dikomersialkan secara berkelanjutan.
Pemerintah terus mendorong penguatan kapasitas UMKM agar pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang pasar domestik maupun internasional. Dukungan tersebut perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produk, penguatan merek, efisiensi produksi, dan kesiapan memenuhi standar pasar tujuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat










