Menteri PKP Gelar Akad Massal 50 Ribu Rumah Subsidi pada 18 Desember 2025
Hefriday | 7 Desember 2025, 12:46 WIB

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menargetkan pelaksanaan akad massal bagi 50 ribu unit rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada 18 Desember 2025.
Program ini disebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak di seluruh Indonesia.
“Doakan tanggal 18 Desember 2025 bisa (akad massal) 50 ribu unit rumah subsidi,” ujar Maruarar di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Rencananya, kegiatan akad massal tersebut akan dipusatkan di Serang, Banten. Menurut Maruarar, pemilihan lokasi bukan tanpa alasan, karena wilayah tersebut dinilai strategis dan menjadi salah satu daerah dengan kebutuhan hunian subsidi yang tinggi.
Maruarar menegaskan bahwa rumah subsidi yang akan ditawarkan kepada MBR harus dalam kondisi sudah terbangun. Dengan begitu, calon konsumen dapat melihat langsung kondisi fisik rumah sebelum memutuskan untuk membeli.
“Karena rumah subsidi, maka rumah itu mesti jadi atau terbangun dulu. Dipilih lalu baru dibeli oleh konsumen. Jadi konsumen bukan membeli gambar,” ujarnya.
Ara menambahkan, kebijakan ini dilakukan untuk menghindari praktik penipuan yang selama ini kerap merugikan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan seluruh proses pembelian rumah subsidi berlangsung transparan dan aman bagi konsumen.
“Kita juga mau jaga rakyat kita, supaya rakyat kita tidak kena tipu. Jadi, dikasih rumah subsidi yang sudah jadi atau terbangun dulu, sehingga dia bisa periksa,” kata Ara.
Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah skema untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pembangunan rumah subsidi pada tahun-tahun mendatang.
Salah satunya adalah penyediaan kuota khusus, termasuk untuk kelompok profesi tertentu seperti wartawan.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto turut memberikan apresiasi kepada Maruarar atas capaian program akad massal rumah subsidi yang berhasil melampaui target. Dari target awal 25 ribu unit, realisasi kegiatan tersebut mencapai 26 ribu unit.
Prabowo menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti adanya perbaikan pola kerja birokrasi dan komitmen kementerian dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, sektor perumahan memegang peran penting tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah juga menargetkan peningkatan signifikan dalam penyediaan rumah subsidi, dari 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah






