Komitmen BPDP Perkuat Ekosistem Industri Perkebunan Kelapa Sawit Lewat Percepatan Program PSR dan SPPKS

AKURAT.CO Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus berkomitmen memperkuat ekosistem industri perkebunan kelapa sawit nasional.
Berdasarkan visi dan misi BPDP, dukungan tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, peremajaan sawit rakyat, sarana dan prasarana, promosi, serta pengembangan bahan bakar nabati (BBN).
Komitmen BPDP tersebut juga diwujudkan dalam partisipasi aktif berbagai kegiatan, salah satunya dalam ajang Indonesian Palm Oil Stakeholders (IPOS) Forum 2026 dengan tema “Kemana Arah Transformasi Industri Sawit Nasional?” pada tanggal 29 – 30 Oktober 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.
Baca Juga: BPDP Fasilitasi Promosi Industri Perkebunan Indonesia di Trade Expo Indonesia 2026
Partisipasi ini menjadi salah satu upaya BPDP untuk memperluas penyebaran informasi mengenai program, kebijakan, dan peran BPDP dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan Indonesia.
Kegiatan IPOS Forum 2026 terbagi atas 6 (enam) sesi diskusi dengan mengusung tema yang berbeda-beda, yaitu Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat, Transformasi Tata Kelola Industri Sawit Nasional, Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit, Problematika Pengelolaan Industri Sawit Mutakhir, Kebijakan Ekspor Sawit Satu Pintu, serta Inovasi Industri Sawit.
Dalam sesi diskusi dengan tema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin memaparkan, dalam menjalankan program PSR ini, BPDP berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Koperasi, Perusahaan Swasta, dan Perusahaan Pemerintah.
“Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ini menjadi salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun serta menjaga keberlanjutan industri sawit nasional,” ungkap Normansyah Hidayat Syahruddin.
Lebih lanjut dijelaskan Normansyah, capaian nasional program PSR sepanjang tahun 2016 sampai dengan 30 September 2026 telah mencapai 438.217 hektar untuk 196.846 pekebun dengan dana bantuan PSR sebesar Rp12,48 triliun.
Sementara itu, perkembangan program PSR di Sumatera Utara sepanjang tahun 2022 sampai dengan kuartal III tercatat 19.902,13 hektar dengan 9.048 pekebun, dan total penyaluran dana Rp553,76 miliar.
BPDP berkomitmen untuk terus mempercepat pelaksanaan PSR melalui penyaluran dukungan pendanaan yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah






