Apa Itu LIMS yang Diduga Dipakai untuk Menyadap Presiden Prabowo? Ini Cara Kerjanya

AKURAT.CO Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto membuka perhatian publik terhadap sebuah teknologi bernama Lawful Interception Management System (LIMS). Sistem ini menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri mengungkap adanya sejumlah nomor telepon yang diduga dimasukkan ke server LIMS tanpa melalui proses verifikasi dan prosedur penegakan hukum.
Padahal, LIMS pada dasarnya berkaitan dengan teknologi penyadapan yang dapat digunakan aparat penegak hukum untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyalahgunaan sistem tersebut berpotensi menimbulkan persoalan serius, terutama menyangkut privasi, keamanan komunikasi, dan perlindungan data pribadi.
Baca Juga: Prabowo Siapkan 400 Calon Pemimpin Masa Depan, Bakal Ditempatkan di BUMN
Lantas, apa itu LIMS, bagaimana cara kerjanya, dan informasi apa saja yang bisa diperoleh melalui teknologi ini?
Berikut penjelasan mengenai fungsi LIMS, jenis data yang dapat diintersepsi, hingga perbedaannya dengan spyware seperti Pegasus.
Apa Itu LIMS?
LIMS merupakan singkatan dari Lawful Interception Management System, yaitu sistem pengelolaan intersepsi atau penyadapan komunikasi melalui jaringan telekomunikasi.
Teknologi ini berkaitan dengan konsep lawful interception, yakni mekanisme teknis yang memungkinkan pihak berwenang memperoleh informasi komunikasi melalui penyedia layanan telekomunikasi untuk kepentingan penegakan hukum.
Dalam praktiknya, penyadapan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Penggunaannya harus memiliki dasar hukum, kewenangan, serta mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.
Standar teknis mengenai lawful interception juga dikembangkan oleh European Telecommunications Standards Institute (ETSI). Standar tersebut mengatur mekanisme pertukaran informasi antara penyedia jaringan telekomunikasi dan lembaga penegak hukum.
Baca Juga: Yusril: Penyadapan Presiden dan Menteri Masalah Serius bagi Negara
Dengan demikian, LIMS bukan sekadar aplikasi untuk mendengarkan percakapan telepon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan proses intersepsi komunikasi.
Bagaimana Cara Kerja LIMS?
Secara umum, LIMS bekerja dengan menghubungkan kebutuhan intersepsi dari pihak berwenang dengan infrastruktur jaringan telekomunikasi. Sistem ini membantu mengelola target, mengatur proses pemantauan, dan menangani informasi yang diperoleh.
Berikut gambaran sederhana cara kerja LIMS:
1. Penetapan target penyadapan
Proses dimulai ketika aparat memiliki kebutuhan untuk melakukan intersepsi terhadap komunikasi tertentu. Penetapan target harus didasarkan pada kewenangan dan prosedur hukum yang berlaku.
2. Verifikasi dan otorisasi
Permintaan intersepsi harus melalui pemeriksaan untuk memastikan identitas target, dasar hukum, serta kewenangan pihak yang mengajukan. Tahapan ini penting agar teknologi tidak digunakan untuk kepentingan pribadi atau di luar penegakan hukum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi Bahasa Inggris TKA SMA 2026 Lengkap dengan Contoh Soal
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa




