KPK Ungkap Dugaan Penghindaran Cukai Rokok PT Djarum Berlangsung Sejak 2010

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penyimpangan pembayaran cukai rokok yang berkaitan dengan PT Djarum diduga telah berlangsung sejak 2010.
Praktik tersebut kini tengah didalami penyidik dalam pengembangan perkara korupsi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, membenarkan dugaan praktik tersebut telah berlangsung sejak 2010.
"Iya, betul," katanya, saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penyimpangan pembayaran cukai tersebut berlangsung dalam rentang 2010 hingga 2026. PT Djarum diduga tidak memenuhi kewajiban pembayaran cukai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satu modus yang didalami KPK yakni dugaan pemecahan produksi rokok ke sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan PT Djarum. Skema tersebut diduga dilakukan untuk menghindari pembayaran cukai sesuai tarif yang seharusnya dikenakan kepada perusahaan.
Melalui pola tersebut, pembayaran cukai diduga menjadi lebih rendah sehingga penerimaan negara dari sektor cukai tidak maksimal. Berdasarkan penghitungan awal KPK, dugaan penyimpangan ini berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Untuk mengusut perkara tersebut, KPK telah melakukan serangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi di Jawa Tengah pada akhir Oktober 2026.
Antara lain Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Kantor Pusat PT Djarum, serta enam perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan perusahaan rokok tersebut.
Penyidik kemudian melanjutkan penggeledahan di Kantor Bea Cukai Semarang dan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia






