Akurat Logo

DPR Minta Polri Bongkar Jaringan Besar Narkoba Usai Gerebek Kampung Bahari

Putri Dinda Permata Sari | 2 November 2026, 08:59 WIB
DPR Minta Polri Bongkar Jaringan Besar Narkoba Usai Gerebek Kampung Bahari
Ilustrasi narkoba.

AKURAT.CO Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun, meminta Polri menindaklanjuti penggerebekan kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan membongkar jaringan besar peredaran narkotika hingga ke bandar dan pemasoknya.

Menurut Adang, penindakan tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Aparat juga harus menelusuri aliran dana hasil kejahatan untuk memutus sumber pendanaan jaringan narkoba.

Adang mengapresiasi operasi gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Brimob.

Operasi tersebut dinilai menunjukkan keseriusan negara dalam memberantas peredaran gelap narkotika yang mengancam masyarakat, khususnya generasi muda.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri yang telah mengambil langkah tegas dan berani dalam melakukan operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti hanya pada penindakan, tetapi harus menjadi komitmen berkelanjutan," ujar Adang dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).

Dalam penggerebekan pada Minggu (1/11/2026), aparat mengamankan 29 orang dan menyita sejumlah barang bukti, mulai dari sabu, ganja, alat isap, senjata tajam, hingga mesin pencetak ekstasi.

Operasi tersebut juga diwarnai perlawanan dari sejumlah pihak di lokasi. Adang, yang merupakan mantan Wakapolri berpangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol), menilai keberanian dan profesionalisme aparat dalam menghadapi situasi tersebut patut diapresiasi.

"Saya memahami bahwa memberantas jaringan narkoba bukan pekerjaan mudah. Bahkan, aparat di lapangan harus menghadapi berbagai bentuk perlawanan. Karena itu, keberanian, profesionalisme, dan ketegasan anggota Polri patut kita apresiasi. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan bandar narkoba," tegas politikus PKS tersebut.

Meski demikian, Adang mengingatkan agar keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah orang yang diamankan dan barang bukti yang disita.

Ia meminta aparat mengejar bandar besar, pemasok, pengendali, hingga pihak yang diduga melindungi aktivitas peredaran narkotika.

"Jangan hanya berhenti pada pengguna atau pelaku yang berada di lapangan. Bandar besar dan jaringan pemasoknya harus dikejar sampai tuntas. Penelusuran aliran dana hasil kejahatan juga penting dilakukan agar jaringan narkoba tidak memiliki kemampuan untuk kembali membangun bisnis ilegalnya," lanjutnya.

Selain penegakan hukum, Adang menilai penanganan kawasan rawan narkoba seperti Kampung Bahari harus dibarengi langkah pencegahan, rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan lingkungan sosial.

Ia juga meminta masyarakat setempat dilibatkan sebagai mitra strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

Menurutnya, warga tidak seharusnya dianggap sebagai bagian dari persoalan karena sebagian justru menjadi korban atau berada di bawah tekanan jaringan bandar.

"Jangan sampai masyarakat yang sebenarnya ingin hidup aman dan terbebas dari narkoba justru menjadi korban atau berada dalam tekanan jaringan bandar. Negara harus hadir melindungi warga. Kita perlu mengembalikan lingkungan Kampung Bahari menjadi kawasan yang aman, produktif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak serta generasi muda," ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Naik KRL Gerebek Kampung Bahari, Pihak KAI Ungkap Fakta Ini

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.