Di Hadapan Prabowo, Abraham Samad Minta Pemberantasan Korupsi Jadi Prioritas Nasional

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengaku senang dapat bertemu dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini dikenal kerap menyampaikan kritik keras, bahkan kerap dicap sebagai oposisi.
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menilai, Presiden Prabowo menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan masukan.
“Saya melihat Pak Presiden Prabowo sangat happy. Beliau langsung menyampaikan bahwa tidak anti kritik, sehingga kami dipersilakan menyampaikan kritik di forum tersebut,” ujar Abraham, Minggu (1/2/2026).
Menurut Abraham, pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam itu memberi ruang bagi setiap tokoh untuk menyampaikan pandangan dan masukan demi kepentingan bangsa dan negara.
“Kenapa pertemuannya cukup lama, karena masing-masing peserta menggunakan waktu yang cukup panjang, termasuk saya. Saya menyampaikan bahwa jika ingin meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK), ada lima hal yang harus diperhatikan sesuai amanah United Nations Convention Against Corruption,” jelasnya.
Abraham memaparkan lima aspek penting yang perlu dibenahi, yakni penyuapan terhadap pejabat negara asing, perdagangan pengaruh, peningkatan transparansi harta kekayaan penyelenggara negara dan aparat penegak hukum, serta penyusunan undang-undang perampasan aset.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemberantasan commercial bribery atau korupsi di sektor swasta.
Baca Juga: Besok, Prabowo Akan Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026
“Yang paling penting, menurut saya, adalah judicial corruption atau korupsi di aparat penegak hukum,” tegasnya.
Ia menilai, perbaikan di sektor penegakan hukum menjadi kunci peningkatan IPK Indonesia yang saat ini masih berada di angka 37 dari 100.
“Kita bisa saja menangkap menteri, gubernur, atau bupati, tetapi jika korupsi di kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan tidak disentuh, jangan berharap IPK kita akan membaik,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan, Presiden Prabowo telah menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh yang kerap disebut sebagai oposisi pada Jumat malam.
Hal itu disampaikan Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam kegiatan retreat di Cibodas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
“Tadi malam Bapak Presiden bertemu dengan beberapa tokoh nasional yang selama ini disebut sebagai oposisi,” kata Sjafrie, dikutip dari Antara.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Sjafrie, dibahas kepentingan negara yang harus dikelola secara baik oleh seluruh elemen bangsa.
Ia menyebut para tokoh yang hadir sepakat bahwa tidak ada lagi dikotomi oposisi dalam konteks pembangunan nasional.
“Mereka menyatakan bahwa tidak ada oposisi. Ini soal komunikasi, dan komunikasi itu sudah terjalin,” pungkasnya.
Baca Juga: 4.263 Huntara Rampung Dibangun di Wilayah Bencana Sumatera, Paling Banyak di Aceh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









