Akurat Logo

Cara Mengetahui HP Disadap dan Cara Islam Menyikapinya

Lufaefi | 4 November 2026, 09:00 WIB
Cara Mengetahui HP Disadap dan Cara Islam Menyikapinya
Cara Mengetahui HP Disadap dan Cara Menyikapinya - Istimewa

AKURAT.CO Telepon genggam kini menyimpan hampir seluruh aktivitas pribadi seseorang, mulai dari percakapan WhatsApp, foto, dokumen, transaksi keuangan, hingga informasi lokasi. Karena itu, dugaan penyadapan HP sering menimbulkan kekhawatiran.

Seseorang mungkin merasa ada pihak lain yang mengetahui percakapannya atau mencurigai aktivitas digitalnya sedang dipantau. Lantas, bagaimana cara mengetahui HP disadap dan bagaimana Islam mengajarkan umatnya menyikapi persoalan tersebut?

Secara teknis, penyadapan dapat terjadi melalui aplikasi berbahaya, akses tidak sah terhadap akun, perangkat yang terhubung tanpa izin, atau pencurian kode verifikasi. Ada beberapa tanda yang patut diperiksa, meskipun tidak satu pun dapat dijadikan bukti tunggal bahwa HP benar-benar disadap.

Misalnya, baterai mendadak boros, penggunaan data internet meningkat tanpa aktivitas yang jelas, muncul aplikasi yang tidak dikenal, atau perangkat mengalami perubahan pengaturan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Pengguna WhatsApp juga dapat memeriksa menu Perangkat Tertaut (Linked Devices). Jika terdapat perangkat yang tidak dikenali, pengguna dapat mengeluarkannya dari akun.

Selain itu, periksa aktivitas masuk akun, izin aplikasi, akses mikrofon dan kamera, serta aplikasi yang memiliki hak akses khusus. Jangan mudah percaya pada aplikasi yang mengklaim dapat mendeteksi penyadapan secara otomatis karena sebagian justru berpotensi mencuri data pribadi.

Baca Juga: Hukum Menyadap Telepon Orang Lain dalam Pandangan Islam

Apabila ditemukan indikasi akses tidak sah, langkah pertama adalah mengamankan perangkat dan akun. Ganti kata sandi melalui perangkat yang dipercaya, aktifkan verifikasi dua langkah, keluarkan perangkat yang tidak dikenal, dan perbarui sistem operasi.

Jika terdapat dugaan perangkat lunak berbahaya, lakukan pemeriksaan keamanan menggunakan layanan tepercaya. Untuk kasus yang melibatkan ancaman, pemerasan, atau pencurian data, simpan bukti dan pertimbangkan melaporkannya kepada pihak berwenang.

Lantas, bagaimana Islam memandang tindakan menyadap atau memata-matai komunikasi seseorang? Al-Qur'an memberikan prinsip yang sangat jelas melalui QS. al-Hujurat [49]: 12:

وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

“Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi