Akurat Logo

Tata Cara Shalat Ghaib untuk Para Jurnalis yang Hilang di Perairan Anak Krakatau

Lufaefi | 23 September 2026, 08:30 WIB
Tata Cara Shalat Ghaib untuk Para Jurnalis yang Hilang di Perairan Anak Krakatau
Tata Cara Shalat Ghaib - Pixabay

AKURAT.CO Kabar hilangnya sejumlah jurnalis di perairan sekitar Anak Krakatau mengundang keprihatinan banyak pihak. Di tengah proses pencarian dan harapan agar mereka segera ditemukan, muncul pula pertanyaan di kalangan masyarakat Muslim mengenai tata cara shalat ghaib bagi orang yang tidak diketahui keberadaannya.

Dalam Islam, shalat ghaib pada dasarnya merupakan shalat jenazah yang dilakukan ketika jenazah seseorang berada di tempat lain dan tidak dapat dihadirkan di hadapan orang yang melaksanakan shalat.

Pelaksanaan shalat ghaib dilakukan sebagaimana shalat jenazah, yaitu tanpa rukuk dan sujud. Shalat ini terdiri atas empat kali takbir dan diakhiri dengan salam.

Namun, dalam kasus orang yang masih dinyatakan hilang, persoalannya perlu dibedakan. Status “hilang” tidak otomatis berarti seseorang telah meninggal dunia. Karena itu, selama belum ada kepastian atau penetapan mengenai kematiannya, masyarakat tetap perlu menghormati proses pencarian dan tidak tergesa-gesa menyatakan orang tersebut telah meninggal.

Jika seseorang telah dinyatakan meninggal dan jenazahnya tidak dapat ditemukan atau tidak dapat dishalatkan, shalat ghaib dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan fikih yang berlaku.

Tata cara shalat ghaib

Pertama, melakukan niat shalat ghaib. Niat dapat disesuaikan dengan jenis kelamin jenazah yang akan didoakan.

Untuk jenazah laki-laki, misalnya:

أُصَلِّي عَلَى الْمَيِّتِ الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Saya berniat shalat atas jenazah laki-laki yang gaib, empat kali takbir sebagai fardu kifayah karena Allah Ta'ala.”

Baca Juga: Cara Mendoakan Orang Non-Muslim yang Sesuai Syariat Islam

Setelah niat, imam dan jamaah berdiri menghadap kiblat seperti shalat jenazah pada umumnya.

Takbir pertama

Setelah takbir pertama, membaca Surah Al-Fatihah.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Takbir kedua

Setelah takbir kedua, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Salah satu yang dapat dibaca adalah shalawat Ibrahimiyah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Takbir ketiga

Setelah takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah. Salah satu doa yang diajarkan Nabi SAW adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berikanlah keselamatan kepadanya, dan maafkanlah dia.”

Doa dapat dilanjutkan dengan permohonan agar Allah memberikan ampunan dan rahmat kepada almarhum.

Takbir keempat

Setelah takbir keempat, jamaah dapat membaca doa, kemudian mengakhiri shalat dengan salam ke kanan dan ke kiri:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

“Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi