Akurat Logo

Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya

Idham Nur Indrajaya | 22 September 2026, 07:06 WIB
Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
Massa geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang saat jemaat beribadah. Simak kronologi, penyebab, mediasi, dan perkembangan kasusnya. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Ibadah sekitar 40 jemaat di Rumah Doa GKPI, Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, mendadak berubah menjadi situasi tegang pada Minggu, 20 September 2026. Sekelompok warga datang ketika jemaat sedang beribadah dan berteriak dari luar rumah doa.

Kejadian tersebut kemudian berkembang hingga jemaat disebut keluar dari rumah doa dan pintu bangunan dikunci. Video yang memperlihatkan situasi di lokasi, termasuk seorang pria yang diduga membawa senjata tajam, kemudian beredar di media sosial.

Secara garis besar, massa geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang dipicu persoalan yang berkaitan dengan keberadaan dan perizinan rumah doa. Pihak GKPI menyebut rumah doa telah digunakan selama sekitar empat tahun dan pemberitahuan kegiatan ibadah selalu disampaikan kepada pihak terkait. Setelah kejadian, polisi mengamankan situasi dan kedua pihak menjalani mediasi hingga sepakat berdamai.

Bagaimana Kronologi Massa Menggeruduk Rumah Doa GKPI Tangerang?

Kejadian bermula pada Minggu, 20 September 2026, sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, sekitar 40 jemaat sedang berkumpul untuk melaksanakan ibadah di Rumah Doa GKPI yang berada di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg.

Ketika ibadah berlangsung, sekelompok warga datang ke lokasi. Berdasarkan keterangan pihak GKPI, warga tersebut kemudian berteriak dari luar rumah doa sehingga membuat suasana di dalam bangunan menjadi panik.

Baca Juga: Gereja di Jombang Sediakan Tiga Rumah Singgah Gratis untuk Tamu Muktamar NU

Baca Juga: Sakramen Tobat dalam Gereja Katolik: Makna, Tujuan, dan Tata Cara Pengakuan Dosa

Situasi selanjutnya berkembang ketika sejumlah warga disebut masuk ke rumah doa dan meminta jemaat keluar. Pintu rumah doa kemudian dikunci atau digembok.

Kejadian tersebut direkam dan videonya beredar di media sosial. Dalam salah satu rekaman yang menjadi perhatian, terlihat seorang pria yang diduga membawa benda yang disebut sebagai senjata tajam.

Setelah situasi memanas, polisi turun tangan untuk mengamankan lokasi. Aparat kemudian mempertemukan pihak jemaat dengan warga bersama unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk mencari penyelesaian.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.