Gus Baha Tanggapi Video Viral Gus Miftah Olok-olok Penjual Es Teh, Singgung Pentingnya Tatakrama Sosial

AKURAT.CO Gus Miftah belakangan menjadi sorotan setelah video dirinya mengolok-ngolok penjual es teh viral di media sosial.
Dikenal sebagai pendakwah yang sering menyampaikan ceramah dengan gaya santai, kali ini perkataannya dinilai terlalu kasar dan tidak pantas diucapkan oleh seorang tokoh agama.
Akibatnya, Gus Miftah menerima kritik tajam dari publik dan memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Dalam sebuah acara Ngaji Tafsir di UII Yogyakarta beberapa waktu lalu, seorang jamaah bertanya kepada Gus Baha mengenai kabar yang sedang ramai diperbincangkan tersebut.
“Hari ini, hari-hari ini lagi viral berita seorang gus, yang mungkin berceramah dengan kata-kata kurang baik, mungkin diniatkan guyon (bercanda) tapi malah melukai hati orang lain," ujar jamaah itu dalam sesi tanya jawab.
Baca Juga: Aliansi Santri Jalanan Gelar Aksi Tolak Mundurnya Gus Miftah Sebagai Utusan Presiden
Ia melanjutkan, “Tapi MasyaAllah Gus Baha guyon tapi tidak pernah melukai hati orang lain. Sebenarnya sejarah panggilan gus ini seperti apa?"
Gus Baha, yang mengaku tidak bermain media sosial, mengatakan telah mendengar kabar tersebut. Ia pun memberikan tanggapan dengan menjelaskan tentang pentingnya memahami fatwa sosial dan menjaga tata krama.
Dalam penjelasannya, Gus Baha menekankan bahwa terjemahan bahasa Arab harus dilakukan dengan hati-hati karena tidak semua kata dapat dimaknai langsung dalam bahasa lain. Ia mencontohkan ayat yang sering dianggap sensitif terkait perintah memukul istri dalam konteks tertentu.
"Ada terjemahan yang tidak bisa mengganti terjemahan bahasa Arab," kata Gus Baha. Ia menambahkan bahwa dalam budaya Arab, istilah memukul yang dimaksud adalah menggunakan kain dan tidak melukai.
"Misalnya ada ayat yang agak sensitif. Jika ada salah paham dengan istri, maka pukullah istri kamu. pukul itu kan kata buruk," ujar Gus Baha. "Tapi di sebagian tareh, pukul yang tidak melukai. Jadi orang Arab itu punya adat, jadi memukul itu pakai kain," sambungnya.
Lebih jauh, Gus Baha menegaskan bahwa norma sosial harus dijalankan sesuai dengan prinsip kemanusiaan. Bahkan Rasulullah SAW, meskipun memiliki mukjizat, tetap terikat oleh tata krama sosial dalam berinteraksi.
"Andaikan Nabi ketemu anak kecil nampar, ketemu orang sepuh meludahi, itu tetap tidak diterima oleh orang," ujarnya.
Baca Juga: Kata Deddy Corbuzier Soal Guyonan Gus Miftah ke Penjual Es Teh
Ia mengutip pandangan Ibnu Khaldun mengenai pentingnya menjaga tata krama sosial, bahkan bagi Rasulullah sekalipun.
"Betapa pentingnya tata krama sosial. Kata Ibnu Chaldun, Ini Rasulullah yang diback up oleh sekian alam raya, tapi sekali melanggar tata krama sosial, orang akan tetap bubar," kata Gus Baha.
Menurutnya, hukum sosial sering kali ditafsirkan secara beragam oleh para ulama, sehingga biarkanlah aturan sosial berjalan alami sesuai tatanannya. "Hukum sosial itu mindsetnya ulama beda-beda. Jadi hukum sosial itu biarlah alam yang mengatur," tambahnya.
Pernyataan Gus Baha ini mendapat perhatian netizen yang memuji cara penyampaiannya yang menenangkan serta mampu memberikan kedamaian hati di tengah polemik yang terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








