Manfaat Menunda Sarapan: Energi Lebih Tahan Lama dan Metabolisme Lebih Sehat

AKURAT.CO Banyak pakar kesehatan sepakat bahwa sarapan adalah waktu makan penting yang memberikan energi serta mendukung berbagai fungsi tubuh.
Namun, menurut Dr. Steven Gundry, seorang kreator digital dari India, memundurkan sarapan hingga sekitar pukul 10.00 atau 11.00 bisa menawarkan manfaat lebih besar bagi kesehatan, termasuk meningkatkan fleksibilitas metabolisme dan bahkan memperpanjang umur. Hal ini dilaporkan oleh The Indian Express pada Sabtu (2/11/2024).
Mendukung pernyataan tersebut, Pratiksha Kadam, ahli diet di Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani, menjelaskan, menunda waktu sarapan sebagai bagian dari puasa intermiten dapat meningkatkan pembakaran lemak dan sensitivitas insulin.
Baca Juga: Google Rilis Watermark untuk Konten AI, Identifikasi Konten Palsu Lebih Mudah
Dengan memperpanjang puasa semalam, tubuh lebih mengandalkan energi yang tersimpan, yang membantu pengelolaan berat badan dan kadar gula darah.
Rinki Kumari, kepala ahli gizi di Rumah Sakit Fortis CG Road, Bengaluru, juga mendukung praktik ini.
Menurutnya, menunda sarapan satu hingga dua jam setelah bangun tidur bisa meningkatkan autophagy—proses pembersihan sel alami tubuh—serta mempercepat metabolisme dan pembakaran lemak.
Selain itu, metode ini juga terbukti mengurangi asupan kalori dan meningkatkan kejernihan mental.
Namun, baik Kadam maupun Kumari menekankan bahwa waktu sarapan terbaik tidak selalu sama bagi semua orang.
Baca Juga: Prabowo Kunjungi Jokowi di Solo, Nikmati Makan Malam Sederhana di Angkringan
Gaya hidup, jadwal, dan kebutuhan individu memainkan peran penting.
Kumari mengungkapkan, sebagian besar orang merasa waktu terbaik untuk sarapan adalah antara pukul 8 hingga 10 pagi, ketika tubuh merespons dengan optimal untuk meningkatkan energi.
Tetapi, ia menegaskan, mendengarkan tubuh sendiri dan mencoba berbagai waktu sarapan dapat membantu menemukan pola makan yang paling efektif.
Lebih penting dari waktu sarapan, menurut Kadam, adalah kandungan nutrisinya.
Sarapan seimbang dengan biji-bijian, protein, dan serat akan membantu menjaga kadar gula darah serta mendukung konsentrasi dan suasana hati sepanjang hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








