AKURAT.CO, Anda ingin peka terhadap kondisi tubuh dan gaya hidup, seperti bagaimana makan yang benar, olah raga yang sesuai, dan tahu pentingnya istirahat? Aplikasi Gak Gendut Lagi alias GGL mungkin jawaban yang tepat untuk Anda.
“Kalau saya hampir dua bulan gabung di GGL. Alhamdulillah tidak sering migrain lagi, rambut pun tidak rontok lagi. Tapi yang lebih menakjubkan, berat badan turun tiga kilogram. Luar biasa! Dengan makan porsi jumbo, kok bisa ya badan tetap langsing?” tutur Yusmaniar salah satu pengguna aplikasi GGL baru-baru ini.
GGL mengajarkan cara pintar hidup sehat dengan program pola makan dan olahraga. Dapat diterapkan oleh siapa saja, termasuk para pengguna lansia yang berusia di atas 70 tahun.
Beberapa pengguna bahkan menerapkan pola makan GGL untuk keluarga dan anak-anak. Ini karena pola makan GGL berfokus pada gizi seimbang dan pemenuhan nutrisi sesuai dengan kebutuhan tubuh.
“GGL mengajarkan pengguna untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh dan gaya hidup mereka. Bagaimana makan yang benar, olahraga yang sesuai, dan pentingnya beristirahat. GGL ngajarin kalau badan setiap orang beda-beda. Jadi pola makan dan olahraga juga perlu disesuaikan,” terang dr. Asri Ratna Mukti Umpuan, salah seorang dari banyak dokter yang menggunakan aplikasi GGL.
Pada aplikasi GGL terdapat 3 pilihan program yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ada program bakar lemak (fat loss) bagi yang hendak menurunkan berat badan. Ada juga program bakar lemak yang dibuat khusus ibu menyusui. Lalu yang terakhir ada program untuk menjaga berat badan.
Salah satu program yang paling banyak dipilih oleh pengguna adalah program fat loss. Pada program ini pengguna diajarkan untuk melakukan defisit kalori dan diet dengan cara yang aman.
Sekalipun sedang diet, pengguna GGL bisa tetap makan 3 kali sehari dengan kenyang. Pengguna juga masih bisa mengonsumsi makanan kesukaan selama dilakukan dalam moderasi dan batasan asupan kalori harian.
Selain mengatur pola makan, GGL juga mendesain program olahraga yang mudah dipahami dan dilakukan di rumah. Intensitas olahraga pun bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Program GGL juga tidak menyertakan konsumsi obat-obatan atau suplemen. Jadi, lebih aman dan hemat.
Untuk membantu para pengguna menjalankan pilihan program, ada banyak fitur yang dapat dimanfaatkan. Mulai dari fitur pembuat jurnal makanan dengan kalkulator kalori, katalog program olahraga, hingga fitur untuk mencatat dan memantau progres. Aplikasi GGL juga menawarkan dua jenis layanan, yakni gratis dan berbayar.
Pengguna dapat mengakses jurnal makanan, kalkulator kalori, serta jurnal progres saat memakai layanan gratis. Untuk panduan berolahraga, pengguna gratis hanya dapat mengakses program Foundation 1 pada aplikasi. Program ini berisi set latihan untuk 30 hari.
Selain itu, pengguna gratis juga dapat memilih untuk bergabung ke dalam grup komunitas. Grup ini memfasilitasi pengguna gratis untuk dapat berdiskusi dengan anggota senior, mengakses konten gratis seputar nutrisi dan olahraga, serta berbagi progres. Tidak sedikit pengguna yang berhasil menjalankan program GGL berbekal fitur-fitur gratis ini.
Lalu untuk layanan berbayar fitur tambahannya ada goals harian, program latihan lengkap, video panduan, serta akses ke grup privat GGL Premium. Dengan mendapat akses ke grup privat pengguna juga dapat berkonsultasi langsung dengan Dien dan Natasya Limano. Pengguna dapat bertanya seputar program yang dijalani, atau kendala yang dihadapi.
Dien Limano (@dienlimano) adalah orang dibalik GGL. Seorang content creator sekaligus personal trainer dengan sertifikasi NASM CPT, PN1, dan NESTA BMS. Bersama istrinya, Natasya Limano (tersertifikasi ACE, PN1), Dien merintis GGL dengan membentuk komunitas sebelum akhirnya menggarap aplikasi.
Dien Limano membuat GGL dengan tujuan untuk mengedukasi tentang pola makan, nutrisi, dan olahraga. Program pada aplikasi GGL dibuat untuk mempermudah dan menjangkau lebih banyak orang yang mau belajar cara hidup sehat. Itu sebabnya GGL mengusung slogan “Cara Pintar Hidup Sehat”.
“Saya pengen mereka (pengguna) sadar kalau GGL bisa jadi tempat untuk mereka belajar biar jadi lebih pintar (hidup sehat). Saya pengen bangun GGL ke arah sana,” ungkap Dien.
Bukti edukasi program GGL ini bisa dilihat langsung dari berbagai testimoni di laman Instagram @gakgendutlagi. Mulai dari pengguna yang berhasil mendapat body goals, hingga pengguna yang merasa jauh lebih sehat setelah menerapkan pola makan dan olahraga GGL.
Keberhasilan ini membuat GGL kini memiliki 438 ribu lebih pengguna yang berasal dari 60 lebih negara di seluruh dunia.
Aplikasi GGL yang rutin menempati peringkat pertama sebagai aplikasi dengan pendapatan tertinggi untuk kategori kesehatan dan kebugaran ini bisa diunduh di Google Play Store.
Selain mengunduh aplikasi mobile, Anda juga dapat mengakses aplikasi melalui laman ggl.life. Berikutnya, Anda tinggal mendaftar dengan mengikuti langkah-langkah sesuai panduan. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan




