Akurat Logo

Melania Trump Jadi Mediator, Rusia-Ukraina Sepakati Gencatan Senjata Kemanusiaan di Kherson

Fitra Iskandar | 28 Oktober 2026, 09:42 WIB
Melania Trump Jadi Mediator, Rusia-Ukraina Sepakati Gencatan Senjata Kemanusiaan di Kherson
Bendera Ukraina - VOA

AKURAT.CO Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata kemanusiaan di Kherson, Ukraina selatan, mulai 27 Oktober 2026. Kesepakatan ini berlaku di sekitar Kota Oleshky, wilayah yang diduduki Rusia, untuk membuka akses bantuan kemanusiaan dan memungkinkan evakuasi warga sipil yang terjebak akibat perang.

Melania Trump, istri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, berperan sebagai mediator dalam kesepakatan tersebut. Melania mengatakan cakupan gencatan senjata diperluas dari Oleshky ke sejumlah wilayah lain di Oblast Kherson guna menjamin perjalanan konvoi bantuan kemanusiaan secara aman.

Gencatan senjata Rusia-Ukraina ini menjadi salah satu upaya meredakan konflik yang telah berlangsung sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022. Di tengah kesepakatan terbatas tersebut, Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre juga menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membahas upaya mengakhiri perang menjelang perundingan perdamaian trilateral yang dijadwalkan pada awal November.

Melania Trump Perluas Cakupan Gencatan Senjata

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan penghentian serangan ke arah Kherson mulai pukul 04.00 waktu Moskow pada 27 Oktober. Komisioner Hak Asasi Manusia Parlemen Ukraina Dmytro Lubinets turut mengonfirmasi dimulainya gencatan senjata tersebut.

Hingga pukul 17.30 waktu setempat pada hari yang sama, Lubinets menyatakan belum ada laporan pelanggaran gencatan senjata dari kedua pihak.

David Arakhamia, pemimpin kelompok parlemen partai berkuasa Ukraina sekaligus kepala negosiator dalam perundingan perdamaian, mengatakan kesepakatan itu akan berlaku hingga 1 November pukul 22.59 waktu Ukraina.

Gedung Putih menjelaskan bahwa Melania berkomunikasi dengan kedua negara dalam kapasitas resmi sebagai Exclusive Intermediary atau perantara eksklusif. Perannya mencakup koordinasi tujuan, prosedur teknis, waktu pelaksanaan, dan persyaratan gencatan senjata. Paus Leo XIV juga dilaporkan terlibat dalam proses mediasi tersebut.

Melalui akun X, Melania mengatakan dirinya berhasil memajukan pelaksanaan gencatan senjata selama dua hari untuk melindungi warga sipil dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan.

Ia juga mengumumkan perluasan wilayah gencatan senjata di luar Oleshky ke bagian lain Oblast Kherson agar konvoi bantuan dapat melintas dengan aman.

Arakhamia menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah deeskalasi terbesar sejak 2022. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menilai kesepakatan itu berpotensi membangun kepercayaan untuk perundingan berikutnya.

Situasi di Oleshky

Oleshky berada di tepi timur Sungai Dnipro dan diduduki pasukan Rusia pada tahap awal invasi besar-besaran pada Februari 2022. Kota yang sebelum perang dihuni sekitar 24.000 orang itu kini hanya memiliki sekitar 1.700 hingga 2.000 penduduk.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.