Akurat Logo

Utusan Khusus ASEAN Kunjungi Myanmar, Bahas Misi Kemanusiaan

Fitra Iskandar | 28 Oktober 2026, 08:50 WIB
Utusan Khusus ASEAN Kunjungi Myanmar, Bahas Misi Kemanusiaan
Utusan khusus ASEAN untuk Myanmar, Ma. Theresa Lazaro - Philippine Embasy

AKURAT.CO Utusan khusus ASEAN untuk Myanmar, Ma. Theresa Lazaro, akan memimpin misi kemanusiaan ke negara tersebut mulai Rabu. Kunjungan dua hari itu dilakukan di tengah konflik berkepanjangan pascakudeta militer 2021 yang telah menewaskan sekitar 100.000 orang dan memaksa lebih dari 3,5 juta penduduk mengungsi.

Filipina, yang saat ini memegang keketuaan ASEAN, menyampaikan bahwa Lazaro akan mengunjungi Negara Bagian Shan dan menjalani serangkaian agenda di Naypyitaw, ibu kota Myanmar. Namun, pemerintah Filipina belum memberikan perincian mengenai kegiatan yang akan dilakukan selama kunjungan tersebut.

Pemerintah Myanmar yang didukung militer juga belum mengonfirmasi rencana kedatangan utusan khusus ASEAN itu. Pada Agustus lalu, pemerintah Myanmar menyatakan bahwa keberadaan utusan khusus tidak lagi diperlukan, meskipun ASEAN terus menghadapi tantangan dalam mendorong penyelesaian konflik di negara tersebut.

Lazaro sebelumnya telah meminta akses untuk bertemu Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian yang ditahan sejak militer menggulingkan pemerintahannya melalui kudeta pada Februari 2021. Hingga kini, belum ada informasi mengenai apakah permintaan pertemuan tersebut akan kembali dibahas dalam kunjungan terbarunya.

Sejak kudeta, Myanmar terjerumus ke dalam perang saudara yang melibatkan militer dan berbagai kelompok perlawanan. Konflik tersebut memicu krisis kemanusiaan, termasuk korban jiwa dalam jumlah besar dan gelombang pengungsian yang terus membebani masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, ASEAN masih membatasi kehadiran para pemimpin junta Myanmar dalam pertemuan tingkat tinggi organisasi regional itu. Pembatasan diberlakukan karena pemerintah militer dinilai belum menunjukkan kemajuan yang memadai dalam menjalankan Konsensus Lima Poin, rencana perdamaian yang disepakati ASEAN untuk menghentikan kekerasan dan mendorong dialog.

Meski demikian, sejumlah negara anggota ASEAN, yakni Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Laos, baru-baru ini menerima kunjungan resmi pemimpin kudeta Min Aung Hlaing. Langkah tersebut menunjukkan adanya perbedaan pendekatan di antara negara-negara anggota dalam menjalin hubungan dengan pemerintahan militer Myanmar.

Min Aung Hlaing terpilih sebagai presiden pada April melalui pemilihan umum yang didominasi partai pendukung militer dan dinilai tidak berlangsung secara setara. Ia kini berupaya memulihkan hubungan dengan ASEAN, sementara organisasi regional tersebut masih menghadapi tantangan untuk mendorong perdamaian, membuka akses kemanusiaan, dan menyelesaikan krisis politik Myanmar.

Sumber: Internazionale

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.