Akurat Logo

Bukan Sekadar Tetangga, Singapura Sebut Indonesia Penentu Stabilitas Kawasan

Moehamad Dheny Permana | 28 Oktober 2026, 09:29 WIB
Bukan Sekadar Tetangga, Singapura Sebut Indonesia Penentu Stabilitas Kawasan
Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan.

AKURAT.CO Di tengah dinamika isu kawasan yang kian menghangat, Singapura menegaskan komitmennya untuk menaruh kepercayaan penuh terhadap Indonesia.

Singapura juga menilai stabilitas dan kemakmuran Indonesia menjadi faktor penting bagi masa depan kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, seusai menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Pertemuan bilateral pertama kedua menteri luar negeri itu menjadi momentum untuk meninjau hubungan Indonesia-Singapura secara menyeluruh.

Sejumlah isu dibahas, mulai dari kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pasokan gas, hingga berbagai persoalan strategis lainnya.

"Tentu saja, kami juga membahas sejumlah persoalan yang sedang berkembang. Saya dapat menyampaikan bahwa pembicaraan kami berlangsung sangat produktif dan tulus," kata Vivian.

Terkait karhutla, Singapura menyatakan kesiapannya mendukung upaya penanganan yang dilakukan Indonesia.

Dukungan itu termasuk persetujuan terhadap usulan pembentukan satuan tugas bersama untuk memperkuat koordinasi dan penegakan hukum terhadap entitas usaha yang terbukti terlibat.

Di luar isu lingkungan, Vivian menegaskan keyakinan Singapura terhadap prospek pembangunan dan stabilitas Indonesia.

Komitmen tersebut, menurutnya, tercermin dari posisi Singapura sebagai investor asing terbesar di Indonesia sejak 2014.

"Saya ingin menegaskan bahwa Singapura memiliki keyakinan penuh terhadap masa depan Indonesia. Kami ingin Indonesia berhasil karena masa depan kedua negara saling berkaitan," ujarnya.

Vivian juga menyinggung investasi dana kekayaan negara atau sovereign wealth funds Singapura di Indonesia sebagai salah satu bentuk kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

"Anda juga tentu mengetahui investasi yang dilakukan oleh dana kekayaan negara atau sovereign wealth funds Singapura di Indonesia. Hal tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap masa depan Indonesia," tegasnya.

Menjelang kepemimpinan Singapura di ASEAN pada 2027 dan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara, Vivian mengakui kedekatan geografis Indonesia dan Singapura terkadang memunculkan perbedaan pandangan.

Meski demikian, ia menekankan bahwa perbedaan tersebut dapat dikelola melalui dialog terbuka yang dilandasi rasa saling percaya.

"Keberhasilan Singapura juga bergantung pada Indonesia yang makmur, stabil, dan damai," lanjut Vivian.

Baca Juga: Menlu Arrmanatha Sampaikan Pesan Prabowo ke Singapura: Indonesia Ingin Jadi Tetangga yang Baik

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.