Akurat Logo

Perusahaan Interket di Tokyo Sebut Alat AI Asal Tiongkok di Balik Serangan Siber di Jepang

Fitra Iskandar | 20 Oktober 2026, 12:52 WIB
Perusahaan Interket di Tokyo Sebut Alat AI Asal Tiongkok di Balik Serangan Siber di Jepang

AKURAT.CO Sebuah perangkat keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok yang disebut Artex digunakan dalam serangkaian peretasan terhadap perusahaan-perusahaan Jepang baru-baru ini.

Dugaan ini diungkap anak perusahaan dari sebuah perusahaan internet besar yang berbasis di Tokyo pada hari Selasa (20/10/2026).

Puluhan perusahaan Jepang, mulai dari jaringan restoran hingga operator penyewaan mobil, telah melaporkan adanya akses tidak sah atau kebocoran data dalam beberapa minggu terakhir—yang berpotensi berdampak pada jutaan pelanggan.

Divisi keamanan informasi dari GMO Internet Group menyatakan telah "mengonfirmasi bahwa Artex digunakan" setelah melakukan investigasi terhadap serangan-serangan tersebut bekerja sama dengan organisasi eksternal.

"Terungkap pula bahwa... serangan-serangan tersebut hampir seluruhnya menargetkan Jepang," tulis Daiki Fukumori dari GMO dalam blog perusahaan.

Kemampuan AI dalam menemukan cara-cara baru yang sebelumnya tidak diketahui untuk meretas sistem komputer kini menjadi sorotan global, seiring dengan dirilisnya model-model yang semakin canggih oleh berbagai laboratorium terkemuka.

Menurut pengembangnya, Artex dirancang untuk membantu organisasi memperkuat pertahanan siber melalui pengujian keamanan berbasis AI guna menemukan potensi titik lemah.

Bulan ini, pengembang perangkat asal Tiongkok tersebut membatasi akses pemrogram ke kode sumber (source code) perangkat itu, setelah mengakui adanya penyalahgunaan oleh "pihak jahat" (bad actors), menyusul temuan Korea Selatan yang mengaitkan perangkat tersebut dengan beberapa peretasan terhadap lembaga keuangan.

Dalam sebuah pernyataan, pihak pengembang menyebutkan bahwa penggunaan Artex untuk serangan siber "sama sekali bertentangan dengan" tujuan awal mereka, seraya menambahkan bahwa proyek tersebut tidak akan lagi diperbarui.

Fukumori mengatakan bahwa anak perusahaan GMO tersebut menemukan enam server internet yang melancarkan serangan berbasis AI.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.