Ukraina Gunakan Rudal Balistik FP-7 untuk Pertama Kali, Zelensky: Berikutnya Produksi
AKURAT.CO Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan rudal balistik taktis FP-7 buatan Ukraina telah digunakan dalam operasi tempur untuk pertama kalinya. Setelah penggunaan perdana tersebut, Ukraina akan melanjutkan langkah menuju produksi rudal FP-7.
Pengumuman mengenai rudal FP-7 Ukraina disampaikan Zelensky melalui Telegram pada Kamis. Ia menyebut penggunaan tempur pertama rudal tersebut sebagai sebuah hasil yang patut diapresiasi.
"Rudal balistik taktis Ukraina. FP-7. Penggunaan tempur pertama. Terima kasih atas hasilnya. Berikutnya -- produksi," kata Zelensky dalam pernyataannya yang disertai video.
Zelensky tidak mengungkapkan rincian mengenai operasi tersebut, termasuk lokasi peluncuran, sasaran yang dituju, maupun hasil serangan menggunakan rudal balistik FP-7.
Rudal FP-7 Dikembangkan Perusahaan Ukraina
Rudal FP-7 dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Ukraina, Fire Point.
Sebelumnya, perusahaan tersebut menyatakan bahwa FP-7 telah menyelesaikan dua dari tiga tahap pengujian. Pada saat itu, rudal tersebut diperkirakan dapat memasuki penggunaan tempur dalam waktu beberapa pekan.
Penggunaan perdana FP-7 dalam pertempuran menunjukkan Ukraina mulai mendorong pengembangan dan penggunaan sistem rudal balistik taktis produksi dalam negeri.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Ukraina memperkuat kemampuan industri pertahanannya di tengah perang yang masih berlangsung dengan Rusia.
FP-7 Disebut Punya Jangkauan hingga 200 Kilometer
Laporan-laporan publik sebelumnya menggambarkan FP-7 sebagai rudal balistik yang diluncurkan dari darat.
Rudal tersebut disebut memiliki jangkauan hingga sekitar 200 kilometer atau 124 mil.
Kecepatan maksimumnya dilaporkan mencapai sekitar 1.500 meter per detik.
Namun, rincian teknis mengenai sistem pemandu, hulu ledak, akurasi, maupun konfigurasi operasional FP-7 belum diungkapkan secara lengkap kepada publik.
Zelenskyy Belum Ungkap Sasaran FP-7
Dalam pengumumannya, Zelensky juga tidak menjelaskan sasaran yang menjadi target penggunaan perdana FP-7.
Video yang dibagikan bersama pernyataan tersebut menunjukkan sistem rudal yang dikaitkan dengan FP-7, tetapi tidak memberikan informasi lengkap mengenai operasi yang dilakukan.
Karena itu, belum diketahui secara independen kapan dan di mana rudal FP-7 digunakan untuk pertama kalinya dalam pertempuran.
Zelensky hanya menegaskan bahwa setelah penggunaan tempur perdana, Ukraina akan bergerak menuju produksi FP-7.
Ukraina Perkuat Produksi Senjata Dalam Negeri
Pengembangan FP-7 menjadi salah satu contoh bagaimana Ukraina terus mengembangkan kemampuan persenjataan domestik selama perang.
Selain memproduksi berbagai jenis drone dan sistem pertahanan lainnya, industri pertahanan Ukraina juga berupaya mengembangkan kemampuan serangan jarak jauh.
Dengan dimulainya penggunaan tempur FP-7, perhatian kini akan tertuju pada rencana produksi rudal tersebut dan seberapa cepat sistem itu dapat diproduksi dalam jumlah lebih besar.
Untuk saat ini, informasi resmi mengenai jumlah FP-7 yang akan diproduksi dan kapasitas produksinya belum diumumkan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah






