Rusia Mulai Serangan Musim Semi di Ukraina Timur, Gunakan Tank dan Kendaraan Lapis Baja

AKURAT.CO Pasukan Rusia dilaporkan memulai ofensif musim semi di wilayah timur Ukraina dengan mengerahkan puluhan tank dan kendaraan lapis baja. Informasi ini disampaikan militer Ukraina dan sejumlah analis.
Serangan tersebut meningkat di tengah kekhawatiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait dampak konflik Timur Tengah terhadap situasi negaranya.
Dalam wawancara dengan BBC, Zelensky mengaku memiliki firasat buruk terhadap konsekuensi perang di Iran bagi Ukraina. Ia menyebut sejumlah pertemuan diplomatik tertunda akibat konflik tersebut.
Zelensky juga menilai Presiden Rusia Vladimir Putin menginginkan perang berkepanjangan. Menurutnya, konflik di Iran justru menguntungkan Rusia, antara lain melalui kenaikan harga minyak dan pelonggaran sanksi terhadap sebagian minyak mentah Rusia.
Baca Juga: Presiden Zelensky Mengaku Amerika Serikat Meminta Bantuan Ukraina "Tutorial" Menangkal Drone Iran
Di lapangan, Rusia meningkatkan tekanan di berbagai sektor garis depan di Ukraina timur. Panglima militer Ukraina Oleksandr Syrskyi mengatakan jumlah pertempuran dalam beberapa hari terakhir melampaui 200 per hari.
Ia mengklaim pasukan Rusia mengalami kerugian lebih dari 1.000 personel setiap hari. Sementara itu, pergerakan pasukan, penguatan artileri, dukungan penerbangan taktis, serta penggunaan drone secara luas terpantau di seluruh sektor.
Salah satu fokus serangan berada di kota Lyman, yang menjadi titik penting pertahanan menuju kota Sloviansk.
Korps Ketiga Ukraina menyebut Rusia mengerahkan hampir 30 kendaraan lapis baja dan lebih dari 500 infanteri di wilayah tersebut. Namun, serangan itu diklaim berhasil dipatahkan di seluruh lini.
Analis dari Institute for the Study of War menilai skala serangan ini menunjukkan perubahan taktik Rusia, yang sebelumnya lebih banyak menggunakan unit kecil untuk infiltrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








