Serangan Rusia Sebabkan Sungai Tercemar, Puluhan Ribu Warga Moldova Krisis Air Bersih

AKURAT.CO Puluhan ribu warga Moldova mengalami krisis air bersih setelah Sungai Dniester tercemar minyak, menyusul serangan terhadap pembangkit listrik tenaga air di Ukraina.
Pencemaran terjadi setelah serangan pada 7 Maret terhadap PLTA Novodnistrovsk di Ukraina, yang berlokasi sekitar 15 kilometer dari perbatasan utara Moldova. Sungai Dniester merupakan sumber air utama bagi sekitar 80 persen dari 2,5 juta penduduk Moldova.
Presiden Moldova, Maia Sandu, secara langsung menyalahkan Rusia atas insiden tersebut. Ia menyebut pencemaran itu mengancam pasokan air di negara kandidat Uni Eropa tersebut.
Kementerian Lingkungan Moldova menetapkan status siaga lingkungan selama 15 hari untuk mempercepat penanganan teknis dan memungkinkan pembatasan distribusi air.
“Keputusan ini diambil untuk mencegah risiko terhadap kesehatan masyarakat, mengingat pencemaran minyak terus terjadi dan berpotensi meluas,” demikian pernyataan kementerian.
Meski keberadaan polutan minyak telah terkonfirmasi di Sungai Dniester, sumber pasti pencemaran masih belum diketahui.
Akibat kondisi tersebut, pemerintah menghentikan pasokan air di sejumlah wilayah, termasuk kota terbesar kedua, Balti, yang berpenduduk sekitar 90 ribu orang. Bantuan air bersih didatangkan dari negara tetangga, Romania, sementara militer Moldova turut mendistribusikan air menggunakan truk tangki berkapasitas 10 ton.
Krisis air memaksa sejumlah sekolah ditutup dan kegiatan belajar dialihkan secara daring.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








