Bertahun-tahun jadi Pembela Setia Trump, Jaksa Agung AS Pam Bondi Dicopot

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencopot Jaksa Agung Pam Bondi dari jabatannya sebagai pejabat penegak hukum tertinggi di negara itu. Bondi, yang dikenal sebagai sekutu lama dan pembela setia Trump, disebut akan beralih ke sektor swasta.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui Truth Social, hanya beberapa jam setelah ia sempat memuji kinerja Bondi di hadapan publik. Posisi Bondi akan digantikan oleh mantan wakilnya, Todd Blanche, yang akan menjabat sebagai pelaksana tugas.
Dalam pernyataannya, Trump tetap memuji kinerja Bondi, menyebutnya telah melakukan “pekerjaan luar biasa” dalam menangani penegakan hukum di Amerika Serikat. Namun, laporan menyebutkan Trump semakin frustrasi, terutama terkait penanganan dokumen kasus Jeffrey Epstein.
Selama menjabat sejak Februari 2025, Bondi berjanji akan transparan dalam kasus Epstein, termasuk mengungkap daftar klien yang diduga terkait. Namun, Departemen Kehakiman kemudian menyatakan daftar tersebut tidak pernah ada. Di bawah tekanan publik dan politik, jutaan dokumen akhirnya dirilis setelah Kongres mewajibkan pembukaan arsip tidak rahasia.
Langkah tersebut memicu kritik bipartisan, dengan sejumlah anggota parlemen menilai identitas korban tidak disamarkan secara memadai, sementara pihak lain menuding pemerintah tidak sepenuhnya mematuhi kewajiban hukum dalam merilis dokumen.
Bondi menjadi pejabat kedua dalam beberapa pekan terakhir yang dicopot dari kabinet Trump, setelah Kristi Noem diberhentikan sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri pada Maret. Ia juga menjadi pejabat ketiga yang meninggalkan pemerintahan Trump periode ini, menyusul mantan Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz.
Dalam pernyataannya, Bondi menyebut jabatan tersebut sebagai “kehormatan” seumur hidup dan berjanji akan memastikan transisi berjalan lancar kepada Blanche. Ia juga mengatakan akan tetap mendukung Trump dan pemerintahannya dari sektor swasta.
Sejumlah politisi merespons pencopotan ini dengan beragam pandangan. Anggota Kongres Thomas Massie mendesak agar seluruh dokumen Epstein dibuka sepenuhnya, sementara Ro Khanna meminta Senat memastikan pengganti Bondi bukan sosok yang melanggar hukum. Kritik juga datang dari Nancy Mace yang menilai Bondi menghambat akuntabilitas.
Di sisi lain, Bondi juga menghadapi sorotan atas sejumlah kebijakan penegakan hukum, termasuk penyelidikan terhadap lawan politik Trump seperti Senator Adam Schiff, Jaksa Agung New York Letitia James, serta mantan Direktur FBI James Comey.
Pencopotan ini menambah daftar perubahan dalam kabinet Trump, meski secara umum periode keduanya dinilai lebih stabil dibanding masa jabatan pertamanya yang diwarnai pergantian pejabat secara intensif.
Sumber: BBC
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







