Anggota Partai Republik AS: Pengerahan Pasukan Darat ke Iran Harus Dapat Persetujuan Kongres

AKURAT.CO Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Republik, Nancy Mace, menyatakan bahwa Kongres harus memberikan persetujuan atas setiap keputusan untuk mengerahkan pasukan darat AS ke Iran. Pernyataan ini menyoroti perpecahan di internal Partai Republik terkait kebijakan perang Presiden Donald Trump.
Dikutip dari Al Jazeera, Senin (30/3/2026), komentar Mace muncul beberapa hari setelah ia keluar dari pengarahan rahasia DPR mengenai perkembangan perang. Ia mengaku memiliki kekhawatiran atas kemungkinan rencana operasi darat.
“Jika kita akan melakukan operasi darat konvensional dengan Marinir dan Divisi Lintas Udara ke-82, itu adalah perang darat yang menurut saya Kongres harus ikut campur dan kita harus diberi pengarahan,” ujar Mace dalam wawancara dengan media setempat.
Ia menegaskan bahwa pengerahan pasukan darat merupakan batasan bagi banyak anggota parlemen. “Kami tidak menginginkan pasukan di darat. Jika itu akan dilakukan, maka datanglah ke Kongres dan dapatkan otorisasi yang tepat,” tambahnya.
Baca Juga: Kapal Indonesia Diblokade Masuk Selat Hormuz, Karena Kapal Iran Pernah Dilelang Indonesia?
Pernyataan tersebut muncul setelah laporan The Washington Post yang menyebut Pentagon tengah mempersiapkan opsi operasi darat terbatas, termasuk kemungkinan serangan ke Pulau Kharg dan lokasi strategis di sekitar Selat Hormuz.
Sejauh ini, Trump belum secara terbuka mendukung pengerahan pasukan darat, namun ia menyatakan bahwa semua opsi masih terbuka. Pemerintahannya mengklaim operasi militer sejak 28 Februari menunjukkan hasil, meski tujuan akhir dan durasi konflik belum jelas.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, tidak membantah laporan tersebut. Ia mengatakan Pentagon secara rutin menyiapkan berbagai opsi bagi presiden. “Itu tidak berarti presiden telah membuat keputusan,” ujarnya.
Isu pengerahan pasukan darat dinilai sebagai titik sensitif secara politik bagi Trump, terutama di tengah dukungan luas Partai Republik terhadap strategi militernya yang selama ini digambarkan sebagai cepat dan terbatas.
Namun, sejumlah tokoh konservatif mulai menyuarakan keberatan. Mantan anggota Kongres, Matt Gaetz, memperingatkan bahwa invasi darat ke Iran dapat berdampak buruk bagi ekonomi dan keamanan AS.
“Invasi darat ke Iran akan membuat negara kita lebih miskin dan kurang aman,” katanya dalam forum publik, seraya menyebut potensi kenaikan harga energi dan risiko konflik berkepanjangan.
Perwakilan Partai Republik lainnya, Eli Crane dan Derrick Van Orden, juga menyatakan dukungan mereka terhadap perang bisa berubah jika pemerintahan Trump memutuskan mengerahkan pasukan darat.
Baca Juga: Jutaan Warga Turun ke Jalan, Gelombang Demo “No Kings” Protes Trump dan Perang Iran
Di sisi lain, militer AS terus meningkatkan kehadiran di kawasan. United States Central Command (CENTCOM) menyatakan ribuan personel tambahan telah dikerahkan ke Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir, termasuk pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82.
Laporan media AS juga menyebut Gedung Putih mempertimbangkan pengiriman tambahan hingga 10.000 tentara ke kawasan, di mana sekitar 40.000 personel militer AS telah ditempatkan sebelumnya.
Perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara dukungan terhadap operasi militer dan kekhawatiran akan kemungkinan terjerumus dalam konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








