Akurat Logo

Italia Diguncang Demonstrasi Massal, Pengunjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah dan Tingginya Biaya Hidup

Fitra Iskandar | 31 Oktober 2026, 11:20 WIB
Italia Diguncang Demonstrasi Massal, Pengunjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah dan Tingginya Biaya Hidup
Demonstrasi Italia - SKYTG24/Handout via Reuters

AKURAT.CO Puluhan ribu orang, yang sebagian besar terdiri dari pelajar dan pekerja, turun ke jalan di berbagai wilayah Italia pada hari Jumat (30/10/2026). Mereka menuntut upah yang lebih tinggi dan layanan publik yang lebih baik, memprotes kenaikan biaya hidup, serta menentang peningkatan belanja militer.

Serikat pekerja akar rumput, Unione Sindacale di Base, menyerukan pemogokan umum selama 24 jam, dengan aksi protes yang direncanakan di lebih dari 40 kota.

Demonstrasi tersebut—yang terjadi setelah bentrokan awal bulan ini di mana para pengunjuk rasa sempat terlibat perkelahian dengan polisi, menjarah toko, dan merusak properti—sebagian besar berlangsung damai, meskipun ketegangan sempat memuncak di beberapa lokasi.

Di Turin, polisi menggunakan meriam air untuk memukul mundur para pelajar dan aktivis sayap kiri yang mendekati barikade keamanan di sekitar gedung prefektur.

Sebuah kelompok besar pengunjuk rasa berpawai di dekat Colosseum, Roma, dan menyatakan rencana untuk mendirikan tenda serta bertahan di sana selama akhir pekan. Beberapa tempat sampah diletakkan di tengah jalan lalu dibakar.

Kantor berita Italia, ANSA, melaporkan bahwa pada malam harinya, sekelompok besar massa mencoba bergerak menuju gedung parlemen, yang memicu polisi untuk menggunakan meriam air guna membubarkan kerumunan. Delapan orang ditahan setelah berulang kali mencoba menerobos barikade polisi.

Di Milan, para pengunjuk rasa berpawai menuju jalan lingkar kota sebelum mengakhiri aksi mereka di depan universitas Politecnico di Milano. Para demonstran membawa suar dan membakar sejumlah benda.

Sekitar 15.000 pekerja pelabuhan, pelajar, dan pengunjuk rasa lainnya memasuki kawasan pelabuhan Genoa. Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes serupa di Eropa dan wilayah lain yang menentang penggunaan pelabuhan untuk pengiriman senjata, sekaligus menyoroti kematian para pelaut dalam berbagai konflik—mulai dari kawasan Teluk hingga Laut Hitam.

Gelombang protes telah melanda sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Spanyol, Belgia, dan Albania, yang dipicu oleh berbagai keluhan, salah satunya mengenai tingginya biaya hidup.

Sumber: Asiaone

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.