Italia Diguncang Demonstrasi Massal, Pengunjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah dan Tingginya Biaya Hidup

AKURAT.CO Puluhan ribu orang, yang sebagian besar terdiri dari pelajar dan pekerja, turun ke jalan di berbagai wilayah Italia pada hari Jumat (30/10/2026). Mereka menuntut upah yang lebih tinggi dan layanan publik yang lebih baik, memprotes kenaikan biaya hidup, serta menentang peningkatan belanja militer.
Serikat pekerja akar rumput, Unione Sindacale di Base, menyerukan pemogokan umum selama 24 jam, dengan aksi protes yang direncanakan di lebih dari 40 kota.
Demonstrasi tersebut—yang terjadi setelah bentrokan awal bulan ini di mana para pengunjuk rasa sempat terlibat perkelahian dengan polisi, menjarah toko, dan merusak properti—sebagian besar berlangsung damai, meskipun ketegangan sempat memuncak di beberapa lokasi.
Di Turin, polisi menggunakan meriam air untuk memukul mundur para pelajar dan aktivis sayap kiri yang mendekati barikade keamanan di sekitar gedung prefektur.
Sebuah kelompok besar pengunjuk rasa berpawai di dekat Colosseum, Roma, dan menyatakan rencana untuk mendirikan tenda serta bertahan di sana selama akhir pekan. Beberapa tempat sampah diletakkan di tengah jalan lalu dibakar.
Kantor berita Italia, ANSA, melaporkan bahwa pada malam harinya, sekelompok besar massa mencoba bergerak menuju gedung parlemen, yang memicu polisi untuk menggunakan meriam air guna membubarkan kerumunan. Delapan orang ditahan setelah berulang kali mencoba menerobos barikade polisi.
Di Milan, para pengunjuk rasa berpawai menuju jalan lingkar kota sebelum mengakhiri aksi mereka di depan universitas Politecnico di Milano. Para demonstran membawa suar dan membakar sejumlah benda.
Sekitar 15.000 pekerja pelabuhan, pelajar, dan pengunjuk rasa lainnya memasuki kawasan pelabuhan Genoa. Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes serupa di Eropa dan wilayah lain yang menentang penggunaan pelabuhan untuk pengiriman senjata, sekaligus menyoroti kematian para pelaut dalam berbagai konflik—mulai dari kawasan Teluk hingga Laut Hitam.
Gelombang protes telah melanda sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Spanyol, Belgia, dan Albania, yang dipicu oleh berbagai keluhan, salah satunya mengenai tingginya biaya hidup.
Sumber: Asiaone
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







