Laba Bersih PANI Melonjak 145 Persen Jadi Rp1,9 Triliun, Pendapatan Tembus Rp3,7 Triliun

AKURAT.CO PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 145 persen secara tahunan menjadi Rp1,9 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 September 2026, emiten pengembang kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) tersebut membukukan pendapatan usaha Rp3,7 triliun, meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh realisasi serah terima berbagai produk properti, terutama lahan komersial di kawasan pusat bisnis atau Central Business District (CBD) PIK2.
Kontribusi lahan komersial mencapai sekitar 60 persen dari total pendapatan perusahaan.
Sementara itu, segmen residensial menyumbang 21 persen dan segmen komersial lainnya berkontribusi sebesar 16 persen.
Pada segmen residensial, perusahaan merealisasikan serah terima sejumlah proyek, antara lain Manhattan Residence, Rumah Milenial, Permata Hijau Residence, Bukit Nirmala, Pantai Bukit Villa, dan Pasir Putih Residence.
Adapun produk komersial yang telah diserahterimakan meliputi SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, serta sejumlah kawasan pertokoan lainnya.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menyampaikan, perusahaan terus menjaga kesinambungan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan kondisi perekonomian.
“Kondisi keuangan kuartal tiga cukup solid dan kami terus menjalankan kegiatan usaha secara konsisten, tidak ada perubahan signifikan namun kami berusaha beradaptasi dengan perkembangan pasar dan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi,” ujar Sugianto dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Selain pertumbuhan laba, PANI mencatatkan peningkatan total aset menjadi Rp51,1 triliun dari Rp50,6 triliun pada akhir Desember 2025.
Di sisi lain, total liabilitas perusahaan turun sekitar 10,4 persen, dari Rp18,9 triliun menjadi Rp16,9 triliun. Penurunan tersebut berkaitan dengan kelancaran serah terima produk properti kepada konsumen.
Perusahaan juga mengelola cadangan lahan seluas 1.828 hektare melalui 12 entitas anak, dengan nilai persediaan mencapai Rp38,3 triliun.
Baca Juga: Italia Diguncang Demonstrasi Massal, Pengunjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah dan Tingginya Biaya Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






