Jadi Sasaran Rudal Balistik Iran, Arab Saudi: Kepercayaan Kami Terhadap Iran Sudah Sepenuhnya Runtuh
AKURAT.CO Arab Saudi menyatakan berhak mengambil tindakan militer terhadap Iran setelah wilayahnya menjadi sasaran rudal balistik. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, menegaskan kepercayaan Riyadh terhadap Teheran kini telah sepenuhnya runtuh.
Dalam pernyataannya pada Kamis (19/3), Faisal menyebut Iran tidak menjalin hubungan dengan negara-negara tetangga dalam semangat persaudaraan, melainkan dengan sikap bermusuhan. Ia menambahkan bahwa respons terhadap Iran dapat dilakukan melalui jalur politik maupun non-politik.
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan para menteri luar negeri kawasan di Riyadh. Faisal juga mendesak Iran menghentikan dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan.
Ia menegaskan, ancaman terhadap kebebasan navigasi, khususnya terkait penempatan rudal jelajah anti-kapal Iran di sekitar Selat Hormuz, memerlukan respons kolektif dari negara-negara kawasan.
Dalam pernyataan paling keras dalam hampir tiga pekan terakhir, Faisal menuduh Iran melakukan tindakan permusuhan yang telah direncanakan terhadap negara-negara tetangganya, baik secara langsung maupun melalui jaringan proksi regional.
Baca Juga: Gagal Dapat Bantuan Negara Lain, Militer AS Serang Situs Rudal Iran di Dekat Selat Hormuz
Pernyataan tersebut muncul setelah Iran meluncurkan gelombang terbaru rudal ke sejumlah target di kawasan Teluk. Sebelumnya, Teheran juga mengeluarkan peringatan evakuasi terhadap beberapa fasilitas minyak di wilayah tersebut.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan telah mencegat empat rudal balistik yang mengarah ke Riyadh. Sejumlah puing dilaporkan jatuh di dekat kilang minyak di selatan ibu kota.
Di Irak, sistem pertahanan udara dilaporkan berhasil mencegat sebuah drone yang mendekati Bandara Baghdad. Selain itu, serangan drone juga menyasar pangkalan angkatan laut Irak di dekat Pelabuhan Umm Qasr, tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.
Serangan juga terjadi di Uni Emirat Arab. Rudal Iran dilaporkan menargetkan fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab di Abu Dhabi, namun berhasil dicegat. Otoritas setempat menyebut terdapat dua insiden jatuhnya puing, dan operasional fasilitas gas Habshan sempat dihentikan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sementara itu, di Qatar, Kementerian Pertahanan melaporkan serangan rudal balistik Iran menyebabkan kerusakan di Ras Laffan Industrial City, pusat industri pengolahan gas alam cair (LNG) di utara Doha. Perusahaan energi negara, QatarEnergy, menyebut serangan tersebut memicu kebakaran besar dan kerusakan signifikan.
Tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk mengendalikan dampak serangan. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dari insiden tersebut.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 2Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 3Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 7Blue Bird Cetak Laba Rp474 Miliar, Salah Satunya Ditopang oleh Keuntungan Penjualan Armada yang Melonjak
- 8Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







