Trump Hanya Punya Waktu 60 Hari untuk Mengalahkan Iran

AKURAT.CO Presiden Donald Trump tidak bisa menjalankan perang melawan Iran tanpa batas waktu. Berdasarkan undang-undang Amerika Serikat, presiden hanya memiliki jangka waktu tertentu untuk menggunakan kekuatan militer tanpa persetujuan legislatif. Jika tidak mendapat izin resmi dari United States Congress, operasi militer tersebut harus dihentikan.
Ketentuan itu berasal dari War Powers Resolution of 1973, undang-undang yang membatasi kewenangan presiden dalam mengerahkan militer ke konflik bersenjata. Aturan tersebut menjadi pusat perdebatan politik di Washington setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.
Kongres Gagal Menghentikan Operasi Militer
Pada Kamis (5/3), United States House of Representatives menolak resolusi yang bertujuan menghentikan perang udara Amerika terhadap Iran. Resolusi itu ingin mewajibkan Trump meminta persetujuan Kongres sebelum melanjutkan operasi militer.
Pemungutan suara berakhir dengan hasil 219 berbanding 212. Mayoritas anggota Partai Republik mendukung kebijakan militer Trump, sementara sebagian besar anggota Partai Demokrat menentangnya.
Sehari sebelumnya, United States Senate juga menolak resolusi serupa yang diajukan secara bipartisan. Dengan dua keputusan tersebut, Kongres untuk sementara memberi jalan bagi pemerintahan Trump melanjutkan operasi militer terhadap Iran.
Batas 60 Hari untuk Operasi Militer
Meski resolusi pembatasan perang gagal disahkan, hukum Amerika tetap memberikan batas waktu bagi presiden. Berdasarkan War Powers Resolution, presiden harus melaporkan pengerahan militer kepada Kongres dalam waktu 48 jam setelah operasi dimulai.
Setelah laporan tersebut disampaikan, operasi militer hanya dapat berlangsung maksimal 60 hari tanpa persetujuan resmi Kongres. Jika dalam periode itu tidak ada deklarasi perang atau otorisasi khusus dari legislatif, presiden diwajibkan menghentikan operasi militer.
Undang-undang itu juga memungkinkan perpanjangan tambahan 30 hari untuk menarik pasukan secara aman dari zona konflik.
Konflik yang Memicu Kontroversi
Serangan Amerika Serikat terhadap Iran dimulai pada Sabtu lalu dan dengan cepat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Operasi militer tersebut menimbulkan korban jiwa dan meningkatkan ketegangan regional.
Langkah Trump memicu perdebatan tajam di Washington. Para pengkritik menilai presiden seharusnya meminta izin Kongres sebelum meluncurkan serangan, sementara pendukungnya berpendapat tindakan tersebut sah karena dianggap menghadapi ancaman yang mendesak.
Dengan ketentuan hukum yang berlaku, pemerintahan Trump kini menghadapi tenggat waktu hingga sekitar dua bulan sejak dimulainya operasi militer untuk memperoleh persetujuan Kongres jika ingin melanjutkan perang terhadap Iran.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








