Sejarah Perang Korea yang Membelah Korea Utara dan Selatan

AKURAT.CO Perang Korea merupakan konflik besar yang terjadi setelah Perang Dunia II dan berujung pada terbelahnya Semenanjung Korea menjadi Korea Utara dan Korea Selatan. Perang ini tidak hanya melibatkan dua Korea, tetapi juga kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, dan China. Hingga kini, dampak Perang Korea masih terasa dalam hubungan kedua negara.
Baca Juga: Kim Jong Un Siap Perang, Korea Selatan: Itu karena Perasaan Kalah
Latar Belakang Perang Korea
Setelah Jepang kalah pada Perang Dunia II, Korea dibagi sementara oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet di garis lintang 38 derajat. Pembagian ini awalnya bersifat administratif, tetapi kemudian berkembang menjadi pemisahan ideologi antara komunis di Utara dan kapitalis di Selatan.
Terbentuknya Korea Utara dan Korea Selatan
Pada tahun 1948, dua negara resmi terbentuk, yakni Korea Utara dengan sistem komunis dan Korea Selatan dengan sistem demokrasi. Kedua pemerintahan saling mengklaim sebagai penguasa sah seluruh Korea, sehingga ketegangan terus meningkat.
Pecahnya Perang Korea (1950)
Perang Korea dimulai pada 25 Juni 1950 ketika Korea Utara menyerang Korea Selatan. Konflik ini dengan cepat melibatkan pasukan PBB yang dipimpin Amerika Serikat serta China yang mendukung Korea Utara.
Perang Dingin dan Campur Tangan Internasional
Perang Korea menjadi bagian penting dari Perang Dingin karena mempertemukan blok Barat dan blok Timur. Konflik ini menunjukkan bagaimana persaingan ideologi global memengaruhi konflik regional.
Baca Juga: RM Singgung Perang Korea, BTS Dituntut Segera Minta Maaf ke Warga Tiongkok
Gencatan Senjata dan Pembelahan Permanen
Pada tahun 1953, perang berakhir dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Akibatnya, Korea Utara dan Korea Selatan tetap terpisah hingga sekarang dan secara teknis masih berada dalam status perang.
Caesaria (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






